KANIGARAN - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi inovasi daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo tahun 2025, Kamis (5/2). Diketahui, ada 142 inovasi yang dikirimkan melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Kemendagri.
Pertemuan di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo ini dihadiri Wali Kota dr. Aminuddin serta para pejabat. Saat paparan, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo sekaligus Kepala BAPPERIDA, Rey Suwigtyo, merinci sektor apa saja inovasi daerah di Kota Probolinggo.
Menurutnya, saat ini inovasi didominasi sektor pelayanan publik (99 inovasi), tata kelola pemerintahan (19 inovasi) dan inovasi daerah lainnya (27 inovasi). Sedangkan inisiator inovasi daerah Kota Probolinggo didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 69 inovasi, perangkat daerah sebanyak 64 inovasi, masyarakat sebanyak 10 inovasi dan kepala daerah sebanyak 2 inovasi.
Namun, Tiyok – sapaan Pj Sekda, juga memberikan catatan penting mengenai sebaran inovasi pada urusan wajib pelayanan dasar. “Berdasarkan data, dari enam urusan wajib pelayanan dasar, urusan perumahan rakyat dan kawasan permukiman masih belum memiliki inovasi. Ini menjadi rapor yang harus segera kita perbaiki bersama agar pemenuhan urusan wajib pelayanan dasar dapat tercapai secara maksimal," tandasnya.
Menyongsong penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun 2026, BAPPERIDA telah menyiapkan beberapa tahapan persiapan. Yaitu melakukan pengajuan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang inovasi daerah sebagai landasan operasional penerapan. Kemudian peningkatan kualitas database dan peningkatan kapasitas pengelola inovasi daerah.
"Kami sudah melakukan pendataan ulang tim pengelola inovasi di setiap PD sejak Oktober 2025. Selain itu, pembinaan inovasi daerah dilakukan melalui Klinik Inovasi yang memberikan tutorial khusus, mulai dari peningkatan branding, pembuatan proposal yang berkualitas dan pemanfaatan AI," ujar mantan Kepala Diskominfo ini.
Di kesempatan yang sama, Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin memberikan apresiasi atas pencapaian Kota Probolinggo yang memperoleh peringkat ke-17 dari 93 Pemerintah Kota se-Indonesia dengan nilai IID sebesar 79,02. Capaian ini kembali menempatkan Kota Probolinggo dengan predikat Kota Sangat Inovatif.
Wali kota menargetkan capaian selanjutnya harus lebih tinggi, yakni meraih predikat Kota Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA). "Kita patut bersyukur atas predikat ini. Peringkat ke-17 dengan nilai 79,02 harus menjadi pelecut semangat. Target kita bukan sekadar angka, tapi bagaimana inovasi ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Menyoroti masih adanya ketimpangan inovasi antar perangkat daerah, Dokter Amin menyebut urusan pendidikan dan kesehatan mendominasi, sementara urusan wajib seperti perumahan rakyat dan kawasan permukiman terpantau masih nihil inovasi. Hal ini menjadi prioritas perbaikan pada periode mendatang agar seluruh perangkat daerah bergerak serentak dalam menciptakan pembaruan tata kelola pemerintahan.
Untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kualitas penilaian di tahun 2026, secara khusus, Dokter Amin menyoroti pemanfaatan teknologi mutakhir dalam birokrasi. “Manfaatkan teknologi AI untuk membantu penyusunan proposal yang lebih tajam, melakukan branding inovasi, hingga memastikan setiap inovasi memenuhi indikator kematangan yang dipersyaratkan IID," tegasnya.
"Inovasi bukan sekadar mengejar angka atau penghargaan, melainkan instrumen untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo. Saya minta komitmen seluruh perangkat daerah untuk lebih serius dan kreatif," lanjut wali kota. (mir/fa)



