Festival Budaya Inklusi, Ruang Ekspresi dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Probolinggo

2026

KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Semangat tersebut diwujudkan melalui Festival Budaya Inklusi Kota Probolinggo, Minggu (16/8). 

Festival yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo itu diramaikan stand-stand dari Paguyuban UMKM Disabilitas. Kegiatan yang dimotori Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) itu sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbagai komunitas dan organisasi penyandang disabilitas ikut ambil bagian dalam festival ini. Antara lain Kelompok Difabel Kelurahan (KDK), Forum Disabilitas, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI), Difabel Motorbike Indonesia (DMI), National Paralympic Committee (NPC) Probolinggo serta Paguyuban Disabilitas Mandiri.

Kepala Dinas Sosial PPPA Siti Romlah menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi untuk memberikan ruang yang sama terhadap para penyandang disabilitas karena mereka mempunyai hak dan kesempatan yang sama. Dengan maksud dan tujuan untuk mengembangkan kapasitas, kepercayaan diri dan kreativitas serta memberikan apresiasi kepada seluruh komunitas disabilitas.

“Oleh karena itu kita juga ingin mereka mengambil bagian dengan penuh rasa bahagia dan bangga untuk mengambil peranan yang sama. Ada sebanyak 34 tampilan dari berbagai komunitas difabel yang unjuk bakat. Dan sebagai apresiasi itu, maka kami sudah siapkan hadiah untuk penampilan terbaik,” jelasnya.

Selain menampilkan bakat dan kreativitas penyandang disabilitas, kehadiran stand UMKM diharapkan mampu menjadi momentum untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, memperluas akses pasar serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

Dengan mengusung tema “Bersama, Berkarya, Setara dan Maju”, Festival Budaya Inklusi diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama mewujudkan Kota Probolinggo yang maju, inklusif dan berkeadilan bagi semua. 

Sementara itu, Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Budaya Inklusi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata semangat kebersamaan untuk membangun Kota Probolinggo yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.

“Teman-teman disabilitas juga memiliki peranan aktif dengan mengadakan suatu kegiatan semacam ini, sebagai bentuk upaya peningkatan kapasitas dan pengembangan potensi penyandang disabilitas di Kota Probolinggo. Sangat luar biasa. Melalui kegiatan ini kita ingin membuka ruang yang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk berekspresi dan berkarya,” ungkapnya.

Wali kota pun mengajak seluruh masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk mereka sebagai bentuk nyata kepedulian dan keberpihakan terhadap pemberdayaan ekonomi yang inklusif. Tidak hanya itu, ia ingin warga di kota ini terus membangun budaya saling menghargai, peduli dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga. 

“Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus mendorong pemenuhan hak, pemberdayaan, peningkatan kapasitas serta kemandirian penyandang disabilitas di berbagai sektor bidang kehidupan,” imbuh Dokter Aminuddin. 

Turut Hadir meramaikan giat itu Bunda Inklusi dr. Evariani Aminuddin, Sekda Budiono Wirawan beserta Ketua DWP, Ketua Baznas Imanuddin Abil Fida, Ketua KPU Radfan Faisal, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah (PD), camat dan lurah se-Kota Probolinggo. (Dev/fa)

BAGIKAN