KADEMANGAN - Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin membuka Festival Gir Sereng yang diselenggarakan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laba-laba RW 01, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Minggu (2/8) pagi. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Permata Pilang itu berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan.
Festival ini menghadirkan 23 stan UMKM yang diikuti para pelaku usaha lokal serta pedagang kaki lima (PKL). Berbagai hiburan seni budaya turut memeriahkan acara sebagai wujud pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pembukaan festival diawali dengan penampilan seni tari dari Sanggar Tri Sukma yang dibawakan lima penari, dilanjutkan penampilan tari dari Sanggar Puri Rahayu dengan satu penari. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan drama kolosal dari Sanggar Gunung Gembok bertajuk "Buto Ijo dan Roro Anteng" yang mengisahkan terbentuknya Gunung Batok di kawasan Bromo.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin mengajak masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya lokal sebagai identitas daerah sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarwarga. "Melalui kegiatan seni dan budaya seperti ini, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan," ujarnya.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan wali kota untuk menyerukan pada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengimbau seluruh warga memasang bendera Merah Putih serta lampu hias di lingkungan masing-masing agar Kota Probolinggo dapat mempertahankan prestasi sebagai daerah yang meriah dalam memperingati hari-hari nasional.
Selain itu, wali kota memberikan apresiasi kepada penyelenggara karena mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Probolinggo juga menyampaikan rencana strategis pengembangan kawasan Pantai Permata Pilang. Kawasan wisata tersebut direncanakan akan diperluas hingga mencapai 34 hektare sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata, penghijauan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu pelaku UMKM, Toyibah, warga RW 03 yang sehari-hari berjualan rujak cingur di rumahnya, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam festival tersebut. Bersama anaknya, ia melayani para pengunjung dengan menjual rujak cingur seharga Rp10.000 per bungkus, lebih murah dibanding harga normal Rp 12.000 di rumah.
"Di sini dijual Rp10 ribu per bungkus, kalau di rumah Rp12 ribu per bungkus. Tidak apa-apa, saya senang bisa ikut kumpul-kumpul disini memeriahkan lingkungan sosial melalui kuliner tradisional," ungkap Toyibah.
Sementara itu, Lurah Pilang Iwan Cahyono menjelaskan bahwa Festival Gir Sereng diselenggarakan sebagai upaya revitalisasi budaya lokal sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur. Selain menjadi media hiburan dan edukasi pariwisata, kegiatan ini juga bertujuan memberdayakan pelaku UMKM guna memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat.
"Harapannya, festival ini mampu menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat identitas budaya Kelurahan Pilang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata," jelasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Lomba Tari tingkat SD se-Kecamatan Kademangan yang disambut antusias peserta dan masyarakat.
Turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut Sekda Budiono Wirawan, Ketua TP PKK dr. Evariani, para kepala perangkat daerah, anggota DPRD Saiful Iman dan Endang Irawati, Camat Kademangan Abdi Firdausi beserta PKK serta seluruh elemen masyarakat. (dy/fa)



