MAYANGAN — Festival Hari Lingkungan Hidup 2026, yang diselenggarakan Pemerintah Kota Probolinggo di kawasan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), Sabtu (20/6) pagi berlangsung meriah. Kegiatan yang mengusung tema Kota Berketahanan Iklim ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani.
Rangkaian acara diawali dengan gowes bersama yang mengambil start dari Kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman. Rombongan kemudian melintasi Jalan Panjaitan, Jalan Ikan Hiu, Jalan Ikan Kakap, Jalan Ikan Tengiri, Jalan Lingkar Utara, Jalan Tajungan, Jalan Pattimura, Jalan Ahmad Yani, Jalan Basuki Rahmad dan berakhir di area TWSL. Selain bersepeda santai, peserta juga melakukan aksi pengambilan sampah di kawasan Jalan Lingkar Utara sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Setibanya di lokasi festival, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan Ketua TP PKK meninjau sejumlah tenant yang menampilkan berbagai inovasi lingkungan hasil kolaborasi pemerintah, komunitas dan masyarakat.
Diantaranya inovasi THR (Tukar Sampah dengan Tabungan Hari Raya), Pelita Si Abah (Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan), Probalistik (Kota Probolinggo Batasi Plastik Sekali Pakai), Si Emak Ngebor (Aksi Mitigasi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim dengan Gerakan Perbanyak Biopori), Dikmas (Detektif Masyarakat), Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Hujan (PAH), JePanik JePanas (Jemput Sampah Organik, Jemput Sampah Bank Sampah), inovasi pengelolaan limbah domestik rumah sakit oleh Bank Sampah Ar-Rozy, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Agus Dwiwantoro menyampaikan, festival ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang telah berlangsung selama sepekan. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari kerja bakti massal, Gerakan Nasional Aksi Bersih Sampah, sosialisasi pengurangan plastik sekali pakai, penanaman pohon, lomba lingkungan hingga penguatan kolaborasi lintas iman dalam pengelolaan lingkungan berbasis tempat ibadah.
Sementara itu dalam sambutannya, Wali Kota dr. Aminuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya menjaga lingkungan melalui penghijauan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kota Probolinggo masih membutuhkan penambahan ruang hijau. Karena itu, mari kita manfaatkan lingkungan rumah, kantor dan tempat ibadah untuk menanam pohon yang bermanfaat. Setiap rumah harus menjadi bagian dari gerakan penghijauan demi mendukung kota yang berketahanan iklim,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam mewujudkan ketahanan iklim adalah persoalan sampah. Oleh sebab itu, berbagai program pengurangan, pemanfaatan dan pengelolaan sampah harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Sampah adalah musuh lingkungan. Melalui berbagai inovasi yang ditampilkan hari ini, kita ingin menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Yang terpenting adalah membangun kesadaran dan mengubah kebiasaan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama penerapan pengelolaan lingkungan terpadu berbasis tempat ibadah se-Kota Probolinggo sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi menuju kota yang tangguh menghadapi perubahan iklim. (es/pin)



