FKDM Kota Probolinggo Perkuat Kapasitas Deteksi Dini, Wali Kota Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Daerah

2026

Mayangan – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas, Kepekaan, Kesiapsiagaan dan Deteksi Dini Masyarakat bagi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Aula Pertemuan Kantor Bakesbangpol, Jalan Mawar, Jumat (31/7). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan FKDM dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi keamanan, ketertiban, dan stabilitas daerah.

Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Sonhaji. Turut hadir para camat, perwakilan instansi terkait, serta 29 peserta yang merupakan perwakilan FKDM dari seluruh kelurahan di Kota Probolinggo. Untuk memperkaya wawasan peserta, Bakesbangpol menghadirkan narasumber dari unsur Bidang Intelijen Negara, TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Densus 88 Antiteror.

Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Sonhaji menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah memperkuat peran FKDM sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui peningkatan kapasitas anggotanya.

"Forum ini juga diperkuat agar semakin optimal dalam menjaring, menampung, dan mengomunikasikan informasi terkait potensi konflik maupun ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah pencegahan secara cepat dan tepat," ujarnya.

Selama dua hari, peserta memperoleh berbagai materi strategis, diantaranya membangun kepekaan deteksi dini dan cegah dini masyarakat sebagai pilar ketahanan daerah, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman, mewaspadai munculnya paham-paham baru yang berpotensi mengganggu persatuan, hingga teknik pengamatan, penggambaran situasi, pengumpulan keterangan, dan metode pencarian informasi sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa deteksi dini merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan proses pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa terganggu oleh konflik sosial.

"Deteksi dini bukan sekadar mengenali potensi persoalan, tetapi menjadi langkah awal untuk mencegah munculnya hal-hal yang dapat mengganggu keamanan, ketenteraman, dan jalannya pembangunan di Kota Probolinggo. Karena itu, kita harus memperkuat sistem informasi dan komunikasi hingga ke tingkat masyarakat agar setiap potensi konflik dapat segera diketahui dan ditangani melalui langkah-langkah preventif," tegasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi lingkungan masing-masing serta membangun komunikasi yang intensif melalui RT, RW, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur kewilayahan. Menurutnya, sinergi tersebut akan mempercepat penyampaian informasi sekaligus memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Dalam kesempatan itu, Aminuddin juga mengapresiasi kiprah FKDM Kota Probolinggo yang menjadi forum kewaspadaan dini pertama yang terbentuk di Indonesia. Ia mengajak seluruh anggota FKDM untuk terus menjalankan amanah dengan penuh integritas dan dedikasi sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

"Jadilah jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Jadilah penyejuk saat terjadi perbedaan, sekaligus perekat yang semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan ketulusan hati demi kepentingan bersama. Dengan semangat tersebut, saya optimistis Kota Probolinggo akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. (vv//pin)

BAGIKAN