MAYANGAN - Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan Pemerintah Kota Probolinggo melalui berbagai kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui Dinas Kesehatan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) dengan menggelar kegiatan “Optimalisasi Peranan Wanita dalam Mendukung Gerakan Cegah Stunting”.
Kegiatan ini melibatkan kader PKK, kader posyandu, penanggung Jawab gizi pada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), Persit Kartika Candra Kirana, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan serta organisasi lainnya.
Optimalisasi gerakan mencegah stunting bersama organisasi perempuan ini menjadi hal penting, karena perempuan punya peran membangun kualitas generasi sejak dari lingkup keluarga.
“Perempuan, khususnya para ibu, adalah garda terdepan dalam mencegah stunting. Mulai dari memastikan asupan gizi anak, pola asuh yang tepat, hingga menjaga kesehatan keluarga secara menyeluruh,” ujar Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Dokter Evariani, saat sambutan di acara yang digelar di halaman Kantor Dinkes P2KB, Selasa (5/5).
Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar pemahaman tentang stunting tidak hanya sebatas teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi menyangkut masa depan anak. Karena anak stunting akan terpengaruh perkembangannya baik fisik dan mentalnya akan terganggu.
“Oleh karena itu, kita harus bersama-sama memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi seimbang. Serta diharapkan ibu-ibu memahami pentingnya gizi, kita berikan kalender gizi disana supaya ibu-ibu juga mempraktekkannya di rumah ya, bukan hanya sekedar melihat tanggalnya saja,” tambah Evariani.
Istri Wali Kota Aminuddin ini juga mengingatkan metode A-B-C-D-E dalam mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai gerakan pencegahan stunting. Yaitu, Aktif minum tablet penambah darah, Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali, Cukup konsumsi protein hewani, Datang ke posyandu setiap bulan, Ekslusif ASI 6 bulan hingga usia 2 tahun.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB dr. Intan Soedarmaji menyampaikan, Pemkot Probolinggo berhasil menurunkan angka stunting 9,56 persen di tahun 2025. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung penurunan angka stunting, salah satunya dengan kolaborasi semacam ini.
“Giat kali ini sebanyak 180 orang sasaran peserta terdiri berbagai perwakilan ormas wanita kita libatkan, untuk memperkuat peran masyarakat, serta lintas sektor untuk memperkuat dalam upaya penurunan angka stunting,” ungkap Dokter Intan.
Ratusan Ibu-ibu yang hadir mendapatkan materi sekaligus praktek olahan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dengan bahan dasar Ikan sebagai bahan protein hewani yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Dengan menggandeng narasumber dari Poltekes Kemenkes Surabaya Taufiqurrahman dan Dhaniar Mudita dari Toga Boga Catering.
Mereka tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, mulai dari pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, pola makan sehat, hingga peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah, khususnya Gerakan Cegah Stunting. Melalui peran aktif perempuan, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (Dev/fa)



