Gelar Pasar Murah di Kota Probolinggo, Gubernur Khofifah Apresiasi Keberhasilan Pemkot Kendalikan Inflasi

2026

KANIGARAN – Kota Probolinggo menjadi lokasi Pasar Murah ke-76 gelaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Senin (8/6) sore di Sentra Wisata Kuliner Bunderan Gladak Serang. Pasar murah ini menjadi upaya memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. 

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga tampak memadati lokasi sejak siang hari untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didamping Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin dan Wawali Ina Dwi Lestari serta Ketua TP PKK Dokter Evariani meninjau langsung pasar murah, memborong dagangan UMKM hingga menikmati suasana SWK Bunderan Gladak Serang yang dikenal dengan Zona KHAS (Kuliner Halal Aman dan Sehat) di kota ini. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menegaskan giat pasar murah ini sebagai langkah strategis yang dilakukan Pemprov Jatim untuk memperkuat daya beli sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat.

“Fokus utama kami dalam pasar murah ini guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pokok yang dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar. Ini pasar murah yang ke-76, harapannya juga kita dapat menstabilisasi harga,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan selamat kepada Pemkot Probolinggo yang telah berhasil meraih prestasi pada ajang Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026 kategori Pengendalian Inflasi Terbaik ke-3 nasional dengan mendapatkan hadiah dana fiskal sebesar Rp 1 miliar.

“Ini Pak Wali Kota Probolinggo selamat, kemarin mendapatkan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri terkait pengendalian inflasi. Saya rasa ini pelapisannya untuk tetap bersinergi bersama,” ujar gubernur.

Senada dengan itu, Wali Kota Dokter Aminuddin mengapresiasi pasar murah yang digelar di Kota Probolinggo dan dikunjungi langsung oleh Gubernur Jawa Timur. Katanya, koordinasi serta komunikasi antara pemkot dengan instansi terkait berjalan sangat baik. 

Dokter Aminuddin menuturkan, akhir Desember inflasi Kota Probolinggo cukup tinggi nomor dua hingga nomor tiga di Jawa Timur. Melihat kondisi ini, tim menyiapkan langkah strategis, salah satunya menggenjot operasi pasar yang dilaksanakan beberapa kali dalam sepekan. Sehingga memasuki akhir Februari 2026 inflasi pun terkendali. 

“Bahkan terakhir sebelum penilaian itu pantauan inflasi kita di 0,3. Nah, ini salah satunya yang terbaik, bahkan di Indonesia,’ ungkapnya. Dengan masifnya pasar murah yang dilakukan ternyata sangat membantu masyarakat. Dengan tujuan menekan laju inflasi dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik. Selain operasi pasar, pemkot juga menggelar pasar murah dan memaksimalkan peran toko pengendalian inflasi.  

Ditemui usai pelaksanaan pasar murah, Kepala Disperindag Jatim, Iwan S. Hut, menyampaikan bahwa setiap titik lokasi pasar murah, Pemprov Jatim memberikan pasokan 10 ton beras SPHP, Minyakkita 400 pak dan telor 300 kg.

“Ini arahan dari Bu Gubernur untuk dilaksanakan Pasar Murah ke-76 disini. Dan, ini sebenarnya juga mendadak. Kami langsung koordinasi dengan Kepala Dinas DKUMP Kota Probolinggo,” jelasnya.

Pasar murah berlangsung mulai pukul 15.00 dan diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan serta meningkatkan daya beli masyarakat Kota Probolinggo. Sejumlah komoditas yang dijual diantaranya gula pasir seharga Rp 14 ribu, minyak goreng Minyakita Rp 13 ribu, serta beras SPHP Rp55 ribu/ 5kg, telur Rp 22 ribu, bawang putih kemasan 250 gram Rp 6 ribu/pack, bawang merah Rp 7 ribu/pack, ayam broiler Rp30 ribu/pack. (Dev/fa)

BAGIKAN