GEMAS PRO Dorong Generasi Melek Finansial, Wali Kota Probolinggo Ajak Pelajar Gemar Menabung

2026

KANIGARAN – Komitmen membangun generasi yang cerdas secara finansial terus diperkuat Pemerintah Kota Probolinggo melalui peluncuran Gerakan Menabung Anak Sekolah Kota Probolinggo (GEMAS PRO) di Puri Manggala Bakti, Rabu (17/6). Gerakan ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan budaya menabung sejak dini sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar menuju Indonesia Emas 2045.

Program kolaborasi antara Pemerintah Kota Probolinggo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan sektor perbankan ini dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat, pimpinan perbankan, Sekda Budiono Wirawan serta ASN di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan bahwa budaya menabung merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Gerakan Menabung Anak Sekolah ini bukan sekadar program pembukaan rekening, tetapi investasi karakter bagi anak-anak kita. Menabung mengajarkan disiplin, perencanaan, dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah Kota Probolinggo, kata Aminuddin, saat ini telah memberikan berbagai dukungan bagi tumbuh kembang anak, sehingga kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak sekarang.

“Kita tahu bahwa negara telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, anak-anak kita harus dibekali kemampuan mengelola keuangan dengan baik agar kelak menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing,” katanya.

Dokter Aminuddin menjelaskan, kondisi perekonomian Kota Probolinggo saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo mencapai 6,81 persen, melampaui rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

“Pertumbuhan ekonomi yang baik harus diikuti dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Jangan sampai ekonomi tumbuh, tetapi masyarakat belum memiliki kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara sehat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan program makan bergizi gratis juga dapat menjadi momentum bagi orang tua untuk mulai mengarahkan uang saku anak ke dalam tabungan. 

“Jika sebelumnya uang saku habis untuk konsumsi sehari-hari, kini sebagian dapat dialihkan untuk menabung. Sedikit demi sedikit, jika dilakukan secara konsisten, akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan anak-anak kita,” jelasnya.

“Saya merasakan sendiri manfaat menabung sejak kecil. Kebiasaan sederhana itu membentuk pola pikir untuk berusaha, berhemat, dan merencanakan masa depan. Karena itu, saya mengajak seluruh guru dan orang tua untuk menjadi teladan dalam membangun budaya menabung bagi anak-anak kita,” sambung wali kota. 

OJK: Kondisi Sektor Keuangan Kota Probolinggo Sangat Sehat

Sementara itu, Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama pada kelompok usia pelajar. “Literasi keuangan nasional berada di kisaran 66 persen, namun pada kelompok usia 15–17 tahun hanya sekitar 51 persen. Ini menunjukkan perlunya edukasi keuangan yang lebih masif sejak dini,” katanya.

Farid mengungkapkan bahwa hingga April 2026, Kota Probolinggo telah memiliki lebih dari 164 ribu rekening pelajar dengan total saldo mencapai Rp 29 miliar. Katanya, ini adalah sebuah capaian yang patut diapresiasi.

Tak hanya itu, kondisi sektor keuangan Kota Probolinggo juga dinilai sangat sehat. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat hanya 1,38 persen, terendah di antara tujuh kabupaten/kota wilayah kerja OJK Malang. 

“Ini menunjukkan karakter masyarakat Kota Probolinggo yang baik dalam memenuhi kewajiban keuangan serta menggambarkan iklim usaha yang sehat,” jelasnya.

Farid juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan digital. Hingga akhir tahun 2025, tercatat terdapat 417 laporan penipuan digital di Kota Probolinggo dengan total kerugian mencapai Rp 3,64 miliar.

“Modus penipuan saat ini semakin canggih, mulai dari penyalahgunaan data pengiriman belanja online hingga penipuan yang mengatasnamakan instansi resmi. Karena itu, literasi keuangan dan kewaspadaan digital harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menegaskan pentingnya edukasi keuangan bagi masyarakat. Menurutnya, akses terhadap informasi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola keuangan dan investasi.

“Di luar sana ada pihak-pihak yang memiliki akses informasi lebih cepat. Karena itu, masyarakat harus aktif mencari pengetahuan melalui edukasi dan literasi keuangan agar tidak tertinggal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa LPS memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, termasuk menjamin simpanan nasabah apabila terdapat bank yang dicabut izin usahanya. “Kami ingin masyarakat tenang karena simpanan di bank dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku. Ke depan, LPS juga akan mendapat mandat untuk menjamin polis asuransi,” terangnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan inklusi keuangan pelajar, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan simbolis buku rekening tabungan gratis bagi 1.000 siswa SD dan SMP dari Bank Jatim Cabang Probolinggo. Selain itu, diberikan pula apresiasi berupa tabungan beasiswa bagi 20 siswa dari Bank Mandiri Cabang Probolinggo, serta tabungan pendidikan dari Bank Permata.

Melalui GEMAS PRO, Pemerintah Kota Probolinggo berharap budaya menabung dapat tumbuh menjadi gerakan kolektif yang melibatkan keluarga, sekolah, perbankan, dan seluruh elemen masyarakat. 

Dengan ekonomi yang terus bertumbuh, tingkat kredit bermasalah yang rendah, serta semakin luasnya akses keuangan bagi pelajar, Kota Probolinggo optimistis mampu mencetak generasi yang cerdas, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (mir/fa)

BAGIKAN