MAYANGAN — Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, Kamis (25/6), di area depan kios Kopi Siaga Jalan Panglima Sudirman.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala DKPPP Fitriawati, Kepala BPS Joko Santoso, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo Ahmad Nur Varid serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Sejak pagi, warga tampak antusias memadati lokasi membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar. DKPPP menggandeng berbagai mitra, termasuk Perum Bulog dan pelaku usaha pangan lokal.
Berbagai komoditas yang dijual antara lain beras SPHP Rp 57 ribu per sak, beras lokal Rp 67 ribu per sak, gula pasir Rp16.500 per kilogram, bawang merah Rp 42 ribu per kilogram, bawang putih Rp 32 ribu per kilogram serta telur ayam Rp 27 ribu per kilogram, telur puyuh, garam, sayuran hingga produk olahan hasil perikanan.
Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah.
“Ini merupakan salah satu kegiatan bidang ketahanan pangan di DKPPP untuk menyiapkan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat sekaligus menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih murah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo dalam menekan inflasi daerah,” ujarnya.
Menurut Fitriawati, pelaksanaan GPM kali ini menghadirkan komoditas yang lebih lengkap dibanding sebelumnya, termasuk beberapa bahan pangan yang menjadi penyumbang inflasi.
“Komoditas yang disediakan lebih lengkap karena kami juga menghadirkan beberapa komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang merah. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo Ahmad Varid mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, GPM menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga.
“Alhamdulillah saya merasa senang. Apresiasi juga kepada Ibu Wakil Wali Kota yang hadir langsung. Tadi banyak warga datang. Harapannya dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat Kota Probolinggo dan meringankan beban pengeluaran mereka,” kata pria yang akrab disapa Varid itu.
Untuk mendukung pelaksanaan GPM, ungkap Varid, Bulog menyiapkan pasokan beras SPHP sebanyak satu ton. Pihaknya juga siap menambah stok minyak goreng apabila permintaan masyarakat terus meningkat selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Purwati, salah seorang warga Kelurahan Jati mengaku senang dengan adanya Gerakan Pangan Murah karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibanding harga di pasaran. “Lebih murah. Senang ada pasar murah seperti ini. Mudah-mudahan sering diadakan lagi supaya masyarakat bisa terbantu,” tuturnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah yang rutin digelar, Pemerintah Kota Probolinggo berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, serta laju inflasi daerah dapat terus terkendali. (es/fa)



