Gerakan Pro Iklim TWSL, Semarakkan Semangat Hari Lingkungan Hidup di Kota Probolinggo

2026

MAYANGAN – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggelar "Seminggu di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL)", dimulai Rabu (17/5). Acara yang berpusat di TWSL, Jl. Basuki Rahmad Kota Probolinggo ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (19/5).

Dalam laporannya, Kepala DLH Agus Dwiwantoro menyampaikan kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup. “Dengan mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menghadapi tantangan perubahan iklim melalui tindakan nyata dan berkelanjutan," ujar Agus. 

Selain itu rangkaian HLH ini, juga sebagai upaya menjaga kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati, menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak lingkungan, serta membangun masyarakat yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Wawali Ina Dwi Lestari, Ketua Tim Penggerak PKK Dokter Evariani, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, serta Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan.

Pada kesempatan itu, Dokter Aminuddin menekankan bahwa momen HLH ini harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup daerah. Ia memaparkan rencana besar pengembangan TWSL yang saat ini telah memiliki koleksi satwa seperti aves (burung) dan mamalia. 

Lewat kerja sama Investment Project Ready to Offer (IPRO), anggaran yang dibutuhkan mencapai miliaran untuk pengembangan TWSL. "TWSL ini ke depan akan dikembangkan menjadi 'Probolinggo Naik Safari'. Jadi, hewan-hewan besar siap dihadirkan dan dijadikan bagian dari pengembangan lahan kita di sini," ungkapnya. 

Selain pengembangan satwa, Pemkot Probolinggo juga menggandeng Perhutani dan Kepala Konservasi Air untuk gerakan penghijauan secara masif. "Kita memulai penanaman 1.000 pohon kayu putih, yang ke depannya ditargetkan berkembang menjadi 1 juta pohon. Kita juga dikenal sebagai Kota Mangga, di mana setiap rumah diharapkan ada pohon mangga," tambahnya. Rencana besar ini pun telah mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dari Kepala BBKSDA Jatim. 

Melalui semangat peringatan HLH ini, Pemkot Probolinggo menargetkan perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menuju angka 18 persen. Dengan peningkatan kehijauan ini, produksi CO2 diharapkan dapat terus berkurang, sehingga kadar oksigen (O2) di Kota Probolinggo tetap tinggi dan terjaga dengan baik.

Guna menyemarakkan gerakan pro-iklim tersebut, gelaran "Seminggu di TWSL" ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan interaktif. Di antaranya adalah Lomba Mewarnai tingkat RA/TK se-Kota Probolinggo, Lomba Lukis Timba Bekas Klorin tingkat SD/MI, serta Talkshow Interaktif "Peningkatan Kapasitas Peran Serta TWSL Sebagai Lembaga Konservasi" bersama Kepala BBKSDA Jatim.

Selain itu, diadakan pula Sosialisasi Edukasi Satwa bersama Tim Edukasi Taman Safari Prigen II Pasuruan, serta Lomba Vlog bertema "Gotong Royong Menuju Pro-Iklim" yang melibatkan partisipasi aktif dari 200 Rukun Warga (RW) se-Kota Probolinggo. (sit/fa)

BAGIKAN