WONOASIH - Mengawali Minggu (18/10) pagi,dengan aktivitas sehat dan penuh manfaat, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin bersama pengurus dan anggota PKK gowes bersama. Titik start Rumah Jabatan Dinas Wali Kota menuju Kampung Marning di Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatn Wonoasih. Rombongan berangkat dari pukul 05.30 WIB, dengan menempuh jarak sejauh kurang lebih 12 KM.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga diisi dengan peninjauan potensi wilayah, aksi penghijauan melalui pemberian bibit tanaman manga dan anggur serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa turun langsung melihat masyarakat dan meninjau kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga bisa melihat potensi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta program-program yang perlu terus kita dorong,” ujar dr. Eva – panggilan ketua PKK itu.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya TP PKK untuk memastikan setiap kelompok kerja (Pokja) menjalankan program sesuai bidang masing-masing. Mulai dari edukasi dan perlindungan anak, remaja, balita. Kemudian di bidang pendidikan, pengelolaan lingkungan, maupun pengembangan UMKM, hingga peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Pada kegiatan gowes kali ini, memberikan perhatian lebih terhadap progres dari Pokja III yang berfokus pada lingkungan dan pengembangan ekonomi keluarga. Dan, progres kegiatan pada Pokja IV yang berkaitan dengan kesehatan dan kepedulian sosial masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penyerahan bibit pohon mangga dan anggur secara simbolis oleh Ketua TP PKK. Program ini diharapkan dapat mendukung gerakan Probolinggo Bersolek melalui penghijauan, penataan lingkungan, sekaligus mendorong setiap rumah memiliki tanaman produktif yang bermanfaat bagi keluarga.
“Harapan kita, setiap rumah memiliki tanaman produktif dan setiap kampung mempunyai ciri khas atau tema yang bisa dikembangkan. Jadi, lingkungan menjadi lebih tertata, masyarakat semakin guyub, dan ketahanan keluarga juga semakin kuat,” jelasnya.
dr. Eva juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus bergotong royong, aktif mendampingi masyarakat, serta tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. “Jangan hanya berorientasi pada hasil terlebih dahulu. Setiap proses juga menunjukkan jejak kerja kita, dan hasil akan mengikuti. Mari bersama-sama membuktikan bahwa kerja PKK benar-benar nyata dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan mengatakan, pihaknya akan terus mendukung pengembangan kampung tematik di enam kelurahan yang memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing. Mulai dari home industri atau UMKM, lingkungan hingga pariwisata.
“Untuk tahun 2027, kami juga telah mendukung penyusunan anggaran bagi program kampung tematik, sehingga meskipun dukungannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran, masyarakat tetap bisa berinovasi, berkreasi, dan menjaga kerukunan sekaligus mendukung program Bapak Wali Kota Probolinggo Bersolek,” ungkapnya.
Eko menambahkan, pengembangan kampung tematik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat agar potensi lokal dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyaluran bantuan sosial bagi keluarga rentan dan balita stunting. Melalui program Bang Eko Mbanting (Bantuan Sembako dan Makanan Tambahan bagi Balita Stunting) dari Kecamatan Wonoasih kepada dua penerima manfaat.
Sementara itu, Kelurahan Kedunggaleng menyalurkan Balsem Jumbo (Bantuan Sembako Jumat Berkah) kepada 14 keluarga rentan. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Baznas Kota Probolinggo. (Dev/fa)
