Hadiri Deklarasi Zona Integritas Kemenag, Wali Kota Probolinggo Ajak Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Integritas

2026

KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, menghadiri Deklarasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, di Aula Kantor Kemenag, Rabu (22/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan MUI, FKUB, Baznas, dan sejumlah mitra kerja Kemenag. Deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, memaparkan berbagai capaian dan inovasi pelayanan yang telah dikembangkan. Di antaranya digitalisasi layanan melalui SuperWeb Solusi, sistem pelaporan kinerja Si Cakep, Pangesthoh untuk layanan penyuluhan pernikahan, Gerakan Wakaf Infak Sedekah (GAWIS), hingga berbagai inovasi lain yang mampu memangkas waktu pelayanan hingga tiga hari, mengurangi penggunaan kertas melalui sistem paperless, serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan Kementerian Agama.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan apresiasi atas kesiapan Kemenag dalam membangun Zona Integritas. Menurutnya, komitmen tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan telah dibuktikan melalui berbagai inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih telah diberikan kehormatan untuk hadir pada kegiatan ini. Pak Didik menyatakan siap membangun Zona Integritas, dan saya melihat seluruh fondasinya sudah dipersiapkan dengan baik. Integritas harus dimulai dari pemahaman yang kuat tentang mana yang benar dan mana yang tidak. Nilai itulah yang harus terus kita bangun bersama," ujar Aminuddin.

Lebih lanjut, pria yang hobi tenis ini menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus terus dikejar oleh seluruh pemangku kepentingan di Kota Probolinggo.

"Kita masih memiliki tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Target kita, IPM Kota Probolinggo dapat mencapai angka 80 pada tahun depan. Lima tahun ke depan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, setiap kebijakan harus berbasis data agar capaian pembangunan dapat terukur dengan jelas," ungkapnya.

Wali kota juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, semangat inovasi yang dilakukan Kemenag melalui SuperWeb Solusi sejalan dengan transformasi pelayanan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo melalui SuperApp B-Link, sebagai layanan digital terpadu bagi masyarakat.

"Kalau Kementerian Agama memiliki SuperWeb Solusi, Pemerintah Kota Probolinggo juga memiliki SuperApp B-Link yang mengintegrasikan berbagai layanan publik. Semangatnya sama, yaitu memberikan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan dapat diakses masyarakat dalam satu platform," katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan bahwa keberhasilan membangun Zona Integritas bertumpu pada dua hal utama, yakni keberanian menolak segala bentuk gratifikasi serta menghadirkan inovasi pelayanan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Zona Integritas dan penandatanganan komitmen bersama oleh wali kota, kepala kantor Kemenag, serta perwakilan Forkopimda sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan birokrasi yang bersih dan melayani.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup kepada Kemenag sebagai Kantor Ramah Lingkungan, serta penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Kerja sama tersebut meliputi percepatan sertifikasi tanah wakaf bersama BPN Kota Probolinggo, digitalisasi pondok pesantren dengan AMIK Taruna, layanan kesehatan bersama RSIA, serta kolaborasi bersama Baznas dalam penguatan pemberdayaan ekonomi umat. (sit/fa)

BAGIKAN