Halal Bihalal Keluarga Besar IGRA, Bunda PAUD Evariani Beri Motivasi Guru dan Orangtua Murid

2026

KEDOPOK - Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Halal Bihalal Keluarga Besar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Probolinggo bersama Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama (Kemenag) setempat yang diikuti lebih dari 500 peserta, Sabtu (18/4) pagi di GOR Mastrip Kedopok.

Lantunan Ayat Suci Alquran menjadi pembuka pada acara seremonial tersebut. Dilanjutkan pembacaan selawat oleh tim hadrah diikuti semua peserta yang mengenakan baju muslim warna putih sembari mengibarkan bendera merah putih.

Kepala Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada jajaran PD IGRA atas komitmennya meningkatkan mutu pendidikan usia dini khususnya di lingkungan RA. Dibawah Kementerian Agama, mereka punya kontribusi terhadap pendidikan anak bangsa, khususnya di Kota Probolinggo.

“Kita akan terus mendukung peningkatan kompetensi guru serta penguatan kelembagaan pendidikan keagamaan, karena peran Guru RA sangat strategis dalam membentuk karakter generasi sejak dini, tidak hanya sisi intelektual, tapi juga moral dan spiritual," katanya.

Pada kegiatan tersebut juga diserahkan hadiah oleh Bunda PAUD Kota Probolinggo Dokter Evariani kepada 2 peserta didik berprestasi. Yakni, Khoirina Zaida Lathifah Zain (RA Nurul Islam) Juara I Lomba Tahfidz Al - Qur'an Surat An - Naba pada kegiatan Gerakan Nasional Cinta Alquran (Gernas CintaQu) Part 3 Tahun 2026 PW IGRA Provinsi Jawa Timur dan Ana Farida (RA Intisyarul Ulum) Terbaik 7 Lomba Tahfidzul Qur'an Gema Ramadan Tingkat Nasional Tahun 2026.

Ditemui usai kegiatan Bunda PAUD Evariani menyebut tugas sebagai guru tidaklah mudah, karena dituntut harus serba bisa atau multitalent, bisa mengelola hati, pikiran, dan selalu dalam posisi nice, seburuk dan separah apapun kondisi internalnya.

Menurutnya, peran Guru PAUD harus bisa menguasai tiap individu. "Harapannya seluruh Guru PAUD tidak berhenti berinovasi dengan kemajuan zaman seperti sekarang ini, dengan teknologi bisa memecahkan pola asuh anak, kita harus memiliki cara, solusi, dan strategi bagaimana digitalisasi bisa dimanfaatkan secara positif," imbuhnya.

Lebih lanjut Bunda PAUD menambahkan anak usia dini adalah fase dimana mereka menerima apapun yang dilihat dan didengar. Ia mengibaratkan anak seperti gelas kosong, diisi seberapa airnya tergantung lingkungan dimana dia berada. "Jadi faktor keberhasilan seorang anak tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah, pondasi pertama itu adalah orang tua,” tambah Dokter Eva.

Ia pun menyatakan, pemerintah saat ini, bukan hanya meningkatkan kemampuan guru tapi juga meningkatkan gizi anak melalui MBG. Kemudian meningkatkan literasi bekerja sama dengan Disdikbud untuk melengkapi fasilitas penunjang belajar dan mengajar.

"Momentum kebersamaan seperti sekarang ini, bisa kita manfaatkan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan dunia pendidikan, khususnya di Kota Probolinggo," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua MUI M. Sulthon, Ketua DWP Kemenag Siti Raudlatul Jannah, pengurus IGRA serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (Crl/fa)

 

BAGIKAN