Harmoni Museum 2026, Wali Kota Probolinggo Dorong Museum Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda

2026

Kanigaran – Memperingati Hari Museum Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menggelar Harmoni Museum 2026 di Museum dr. Moh. Saleh, Rabu malam (28/10). Kegiatan ini menjadi upaya mendekatkan museum kepada masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai ruang edukasi, pelestarian sejarah, dan apresiasi seni budaya.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Administrasi Umum Retno Fajar Winarti, Kepala Disdikbud Setyorini Sayekti, Kepala Disperpusip, Kepala Dispopar, Camat Kanigaran, Lurah Tisnonegaran, kepala sekolah, Ketua K3S Kota Probolinggo, serta perwakilan OSIS dan Pramuka.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, mengatakan Harmoni Museum 2026 bertujuan memperingati Hari Museum Nasional dan Hari Kebudayaan Nasional, sekaligus memberikan ruang ekspresi dan apresiasi bagi pelaku seni serta masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan minat kunjungan ke museum dan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap warisan sejarah dan budaya.

“Melalui Harmoni Museum, kami ingin mendekatkan museum kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar di Museum dr. Moh. Saleh, sekaligus mendorong museum agar semakin dikenal dan diminati masyarakat,” ujarnya.

Rini juga menyampaikan bahwa Disdikbud tengah menyiapkan rencana revitalisasi Museum Kota Probolinggo. Koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk balai besar yang menangani bidang kebudayaan. Rencana tindak lanjut pada November mendatang diharapkan dapat mendukung pembenahan sarana, prasarana, dan fasilitas museum agar semakin representatif serta mampu menarik kunjungan wisatawan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin saat membuka acara menegaskan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang yang menyimpan cerita, perjalanan kehidupan, dan nilai-nilai yang dapat dipelajari lintas generasi.

“Setiap ruang dan benda yang ada di museum menyimpan cerita tentang kehidupan masa lalu. Di Museum dr. Moh. Saleh, kita dapat mengenal sosok pejuang di bidang kesehatan yang meninggalkan warisan pemikiran dan keteladanan untuk dipelajari serta dikembangkan, khususnya oleh generasi muda,” ungkapnya.

Menurut Aminuddin, keberadaan museum perlu terus diperkuat sebagai sumber literasi sejarah yang mampu menghubungkan pengalaman masa lalu dengan pembangunan masa kini dan masa depan. Peninggalan sejarah, kata dia, memiliki makna penting karena merekam proses panjang yang membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.

Ia berharap semangat dan keteladanan dr. Moh. Saleh dapat menjadi inspirasi positif dalam mendukung pembangunan Kota Probolinggo yang berkelanjutan. Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat City Branding Bersolek yang mengajak masyarakat untuk terus membangun kota melalui kreativitas, karakter, dan nilai-nilai lokal.

Harmoni Museum 2026 turut menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya dan teater yang melibatkan sanggar seni serta pelajar. Penampilan tersebut meliputi Tari Remo dari Sanggar Panji Laras, Tari Ronjengan dari Sanggar Trisukma, pantomim SMPN 9 Probolinggo, Tari Seblak Asri dari Sanggar Panji Laras, dongeng Dokter Mohammad Saleh dari SMP Namira, Tari Namen Tanjheng dari Sanggar Trisukma, Tari Laskar Sambernyawa dari Ayin Confidance x Odjan, serta teater Dokter Muhammad Saleh dari Sanggar Teater Gembok. (vv/pin)

BAGIKAN