Harmony City Ride di Kota Probolinggo Warnai Rangkaian Festival Mangrove

2026

MAYANGAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas pemberangkatan Mangrove Harmony City Ride, Selasa (3/11) siang, di Pendapa Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 dengan tema “Mangrove Harmony City Ride”.

Gubernur Khofifah yang turut mengendarai motor listrik bersama 29 riders menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 3 kilometer dengan estimasi waktu 10 menit. Rombongan yang terdiri atas jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo hingga instansi terkait lainnya itu mengakhiri perjalanan di BeeJay Bakau Resort (BJBR) Mayangan.

Wali Kota Dokter Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan dan Ketua TP PKK Dokter Evariani ikut dalam kegiatan tersebut. Sebelum pemberangkatan, helm para riders mendapatkan tanda tangan dari Kaka Slank. Kegiatan ini mengusung tema besar “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera” sebagai bentuk kampanye pelestarian lingkungan pesisir sekaligus promosi penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Sebagai tuan rumah di pendapa, Bupati Probolinggo Gus Haris, menyoroti pentingnya penanaman mangrove di kawasan pesisir sebagai investasi masa depan dan benteng alami untuk melindungi lingkungan dari berbagai ancaman.

“Penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, melindungi wilayah daratan, sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan untuk menjadikan Probolinggo sebagai pusat pengembangan mangrove di tingkat regional. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan Mangrove Harmony City Ride turut dimeriahkan dengan apresiasi seni dan kolaborasi lintas instansi. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan kawasan pesisir yang hijau, lestari, dan sejahtera.

Salah satu riders, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur Nurkholis, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana kampanye pelestarian mangrove, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan penggunaan kendaraan listrik kepada masyarakat.

Menurutnya, penggunaan motor listrik menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung penghematan energi dan menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui Mangrove Harmony City Ride ini, kami ingin menunjukkan bahwa menggunakan motor listrik itu keren. Selain mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga menjadi bagian dari upaya penghematan energi untuk masa depan. Harapannya, masyarakat semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik dan bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Nurkholis.

Melalui Festival Mangrove Jawa Timur ke-11, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat terus memperkuat komitmen pelestarian mangrove. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga ekosistem pesisir sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. (dy/fa)

 

BAGIKAN