MAYANGAN - Semarak Semipro 2026 memasuki hari kesembilan semakin terasa. Sabtu (11/7) malam, Stadion Bayuangga dipenuhi ribuan masyarakat untuk menikmati beragam hiburan seni budaya, pertunjukan musik, hingga berburu kuliner khas.
Suasana akhir pekan tampak jauh lebih ramai. Usai Magrib, arus pengunjung terus berdatangan hingga memadati area stadion. Kemeriahan semakin memuncak ketika grup musik Dug Dug Cokro Budoyo tampil membawakan lagu-lagu yang mengundang penonton ikut bergoyang dan bernyanyi bersama.
Berbagai penampilan seni turut memikat perhatian pengunjung. Tari kreasi modern dari Syaloom Education Centre membuka panggung dengan penuh energik, disusul Tari Tanjung Gemirang dari SMKN 4 Probolinggo yang menampilkan kekayaan budaya daerah. Atraksi Bantengan Satriyo Putro Kalijogo menjadi salah satu sajian paling ditunggu. Aksi pemain yang menyemburkan api dari mulut memancing decak kagum sekaligus tepuk tangan meriah dari penonton.
Suasana semakin lengkap dengan penampilan musik tradisional dari SMAN 3 Probolinggo, kolaborasi musik Dug Dug Cokro Budoyo bersama Jabung Sagere, hingga penampilan penutup dari Soulvia Band yang membawakan lagu-lagu ambyar dan berhasil menghibur pengunjung dari berbagai kalangan.
Turut hadir di tengah kemeriahan tersebut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Probolinggo, M. Abas, yang meninjau langsung jalannya kegiatan dan antusiasme masyarakat.
Semipro 2026 pun terus membuktikan diri sebagai ruang pertemuan seni, budaya lokal, kuliner, dan kebersamaan masyarakat. "Setiap malam menghadirkan pengalaman yang berbeda, sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM dan memperkuat semangat kebanggaan terhadap potensi lokal Kota Probolinggo," ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan saat memasuki kawasan stadion, membutuhkan waktu cukup lama karena padatnya arus pengunjung di akhir pekan.
Sementara itu, bagi para pengunjung, Semipro bukan sekadar panggung hiburan, tetapi juga menjadi destinasi wisata malam bersama keluarga. Nurul (35), warga Wonoasih mengaku memilih datang pada malam Minggu karena suasananya lebih meriah. "Kalau malam minggu memang lebih ramai. Dan ini sarana refreshing bersama keluarga, jadi lebih seru," tuturnya.
Hal senada disampaikan Solikhin, warga Dringu. Ia sengaja mengajak keluarganya menikmati suasana Semipro sambil mencicipi aneka kuliner yang dijajakan pelaku UMKM.
"Jajanannya enak dan harganya terjangkau. Saya pilih malam Minggu karena besok libur kerja. Apalagi anak saya suka nonton musik dug dug, jadi pas banget," ujarnya sembari menikmati bikang cungkil dan semangkuk cuanki.
Di balik kemeriahan pesta rakyat tersebut, hadir pula aksi positif dari kalangan muda. Sejumlah mahasiswa Institut Ahmad Dahlan Probolinggo datang membawa poster ajakan menjaga kebersihan lingkungan. Mereka berkeliling area Semipro dengan membawa karung plastik untuk memungut sampah yang tercecer sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lokasi acara.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan para mahasiswa mendapat apresiasi dari pengunjung. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa kemeriahan sebuah festival akan semakin bermakna apabila diiringi kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan tetap bersih, nyaman, dan lestari. (yul/fa)



