Investor Arab Saudi Jajaki Peluang Investasi di RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo

2026

KEDOPOK – Pemerintah Kota Probolinggo terus membuka peluang investasi untuk memperkuat sektor kesehatan. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan calon investor asal Arab Saudi, Maedin Al-Bina Company, ke RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, Kamis (8/10) malam.

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB tersebut diterima Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin. Dalam kesempatan itu, wali kota didampingi Direktur RSUD Ar Rozy dr. M. Ali Yusni, Kepala Dinas Kesehatan P2KB dr. Intan Sudarmadi, Kepala RSUD Dr Moch. Saleh, dr. N.H. Hidayati, Kepala DPMPTSP Diah Sajekti Widowati Sigit dan Kepala Dispopar M. Abas.

Sementara itu dari pihak Maedin Al-Bina Company hadir Meriky, Amtiaz Ibrahim S, didampingi Ketua Tim Kerja Pengembangan Promosi pada DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Iswahyudi Oky Saputro. Penjajakan investasi tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara wali kota dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam audiensi itu, Wali Kota Aminuddin memaparkan rencana pengembangan dan penguatan layanan kesehatan di Kota Probolinggo. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menawarkan sejumlah peluang proyek kepada investor untuk dijajaki, salah satunya pengembangan RSUD Ar Rozy.

Saat kunjungan itu, calon investor mendapatkan paparan mengenai potensi pengembangan rumah sakit, kondisi sarana dan prasarana, luasan lahan, kapasitas pelayanan hingga peluang pengembangan layanan kesehatan ke depan.

Wali Kota Dokter Aminuddin menjelaskan, RSUD Ar Rozy memiliki posisi strategis karena Kota Probolinggo merupakan daerah transit yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Timur. Keberadaan Pelabuhan Probolinggo, akses jalan nasional, jalur kereta api serta kedekatan dengan kawasan wisata Gunung Bromo menjadi sejumlah potensi pendukung pengembangan rumah sakit.

Menurutnya, cakupan pelayanan RSUD Ar Rozy tak hanya diarahkan bagi masyarakat Kota Probolinggo, tapi juga masyarakat dari daerah sekitar. Dengan posisi tersebut, rumah sakit diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat rujukan kesehatan di kawasan tapal kuda dan sekitarnya. “Konsep kami ke depan sebagai daerah transit ingin menjadikan Kota Probolinggo ini kota rujukan bagi daerah sekitarnya,” ujar Dokter Aminuddin.

RSUD Ar Rozy berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Probolinggo seluas sekitar 3,7 hektare. Saat ini rumah sakit tersebut telah memiliki kapasitas awal 106 tempat tidur dan masih tersedia ruang pengembangan yang cukup luas.

Pemkot Probolinggo tengah mendorong pengembangan RSUD Ar Rozy menuju rumah sakit dengan pelayanan yang lebih paripurna. Pengembangan tersebut antara lain diarahkan pada penguatan trauma center, pelayanan penyakit dalam, pengadaan peralatan medis berteknologi tinggi serta pengembangan berbagai layanan penunjang lainnya. “Kalau Rp1,7 triliun selesai, saya yakin bisa menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Jawa Timur,” ungkapnya.

Dari sisi investor, Meriky, Amtiaz Ibrahim menyampaikan ketertarikannya terhadap peluang pengembangan RSUD Ar Rozy. Menurutnya, keberadaan rumah sakit yang telah berdiri, memiliki lahan, bangunan serta kelengkapan perizinan menjadi salah satu keunggulan dibandingkan lokasi lain yang masih berada pada tahap awal pembangunan.

Mr. Ibrahim juga menjelaskan bahwa perusahaan yang diwakilinya bergerak di bidang pembangunan dan pengembangan berbagai fasilitas, termasuk rumah sakit. Peluang kerja sama nantinya tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengadaan peralatan kesehatan hingga pengelolaan atau operasional rumah sakit. “Perizinan dan surat-suratnya lengkap. Tinggal skema kerja samanya,” jelas Mr. Ibrahim melalui penerjemah.

Pembahasan kemudian mengarah pada kebutuhan penyusunan skema kerja sama yang dapat memberikan kepastian bagi kedua belah pihak. Mengingat nilai investasi yang ditawarkan cukup besar, pihak investor mengharapkan skema kerja sama dengan jangka waktu yang memadai serta melibatkan unsur pemerintah sehingga memberikan kepastian dan rasa aman dalam berinvestasi.

Sementara itu Ketua Tim Kerja Pengembangan Promosi pada DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Iswahyudi Oky Saputro menyampaikan, RSUD Ar Rozy menjadi salah satu lokasi yang dinilai menarik bagi investor karena infrastrukturnya telah tersedia. Setelah sebelumnya melakukan penjajakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, Kota Probolinggo disebut menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan.

“Kenapa Kota Probolinggo? (secara fisik, bangunannya) Sudah berdiri dan dinilai sudah lebih siap dibanding kota lain yang dikunjungi. Jadi menurut kesimpulan dari mereka, (Kota Probolinggo) ini salah satu prioritas,” ujarnya.

Untuk tahapan berikutnya, pembahasan akan diarahkan pada aspek bisnis, feasibility study (FS), detail engineering design (DED), serta kajian terhadap bentuk kerja sama yang paling tepat. Investor juga akan menyiapkan proposal bisnis untuk ditindaklanjuti bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Probolinggo.

Investor juga direncanakan kembali datang ke Kota Probolinggo pada pertengahan bulan November mendatang bersama pihak pemilik perusahaan. Kunjungan tersebut diagendakan untuk melihat secara langsung lokasi, sekaligus melanjutkan pembahasan peluang investasi dan skema kerja sama pengembangan RSUD Ar Rozy.

Wali Kota Dokter Aminuddin berharap penjajakan investasi tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang mampu mempercepat pengembangan RSUD Ar Rozy, meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Probolinggo dan daerah sekitarnya. “Mohon doanya (semoga goal),” pungkasnya sambil mengatupkan kedua tangannya ke dada. (es/fa)

BAGIKAN