MAYANGAN - Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut diwujudkan melalui Apel Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo bertema “Membangun Sinergi Pentahelix Menuju Ketangguhan Kota Probolinggo Bersolek” kawasan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Mayangan, Jumat (16/10) sore.
Apel tersebut diikuti sekitar 116 peserta yang terdiri dari Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dari kecamatan se-Kota Probolinggo serta pengurus FPRB setempat. Pada kesempatan itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bertindak sebagai pembina apel.
Ketua panitia penyelenggara Syaifudin Zuhri, yang juga Ketua Perkumpulan Peduli Sampah (PAPESA) Kota Probolinggo, menyampaikan jambore ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurutnya, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kemandirian dan ketangguhan kolektif dalam mengelola risiko bencana di Kota Probolinggo.
Wali Kota Dokter Aminuddin menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana, seperti angin kencang, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi. Menurutnya, upaya mitigasi harus terus diperkuat melalui peningkatan sistem peringatan dini, kecepatan respons darurat, edukasi keselamatan, serta latihan penyelamatan.
Meskipun catatan historis menunjukkan risiko bencana di daerah ini relatif minim, kewaspadaan tetap harus menjadi perhatian bersama. “Sebab, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh keberadaan peralatan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam melakukan tindakan penyelamatan secara tepat dan cepat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan jambore dapat meningkatkan kemampuan para peserta dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak agar upaya penyelamatan dapat dilakukan secara efektif ketika bencana terjadi.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) dan FPRB Kota Probolinggo tentang Program Pengurangan Risiko Bencana dan Perubahan Iklim Berbasis Komunitas (PRBBK).
Saat itu juga diserahkan piagam penghargaan kepada para sponsor atas partisipasi dan dukungannya dalam penyelenggaraan Jambore FPRB Kota Probolinggo, yakni PT Sasa Inti, PT POMI, dan Hotel Ratna Probolinggo.
Di area apel juga dipersiapkan berbagai peralatan pendukung penanggulangan bencana. Meliputi mesin pemotong beton, mesin pemotong kayu, perlengkapan penyelamatan vertikal, peralatan water rescue, SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) untuk mendukung penyelamatan di gorong-gorong maupun ruang terbatas, perahu karet berkapasitas empat orang, serta kendaraan operasional lapangan. Di kawasan wisata Kum-kum juga dipraktikan rescue oleh tim PT POMI.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, kepala perangkat daerah, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, TNI AL, perwakilan Kodim 0820, Ketua FPRB Kota Probolinggo Sugeng Nufindarko, perwakilan Polres Probolinggo Kota, camat dan lurah, serta unsur sponsor, dunia usaha hingga akademisi. (dy/fa)
