PROBOLINGGO – Guna memastikan hewan kurban di Kota Probolinggo dalam kondisi sehat dan layak, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjual hewan kurban, Senin (25/5) pagi.
Sidak tersebut dilakukan di lapak milik Syaiful di Jalan Mastrip serta lapak penjualan sapi kurban milik Wayudan di Gang Wijaya, Kecamatan Kanigaran. Dalam kegiatan itu, wali kota hadir bersama tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo.
Di masing-masing lokasi, wali kota mengecek kesehatan ternak, berdialog dengan para penjual, serta memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha. Selain itu, Dokter Aminuddin – sapaan wali kota, juga menanyakan harga serta tren permintaan hewan kurban pada tahun ini.
Di sela-sela sidak, wali kota menyampaikan pemerintah kota telah memeriksa lapak pedagang hewan kurban. “Sebanyak 55 lapak ternak dalam rangka penjualan hewan kurban telah kami periksa. Hasilnya nihil temuan penyakit. Artinya, seluruh hewan dalam kondisi sehat, termasuk sudah dilengkapi dengan sertifikat vaksinasi,” ujarnya.
Selain itu, Dokter Aminuddin juga berpesan kepada para penjual hewan kurban agar turut memantau kesehatan hewan ternak yang masuk ke Kota Probolinggo. “Kami juga memastikan kepada para penjual agar dalam proses jual beli, khususnya saat membeli hewan ternak, benar-benar memperhatikan kesehatan hewan yang masuk ke Kota Probolinggo,” ujarnya.
Terkait penjualan hewan kurban, Syaiful, salah satu penjual kambing kurban, mengaku penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. “Untuk penjualan hingga H-2 menjelang Iduladha ini sudah sekitar 200 ekor. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini penjualannya lebih banyak,” ujar Syaiful.
Hal senada juga disampaikan Wayudan, penjual sapi kurban di Gang Wijaya. Dirinya mengaku telah menjual 35 ekor sapi, baik untuk pembeli dari wilayah Kota Probolinggo maupun luar kota. “Alhamdulillah, sementara ini sapi yang terjual sekitar 35 ekor. Sebanyak 20 ekor dikirim ke Surabaya, sedangkan untuk pembeli lokal sekitar 15 ekor,” ujar Wayudan. (dp/fa)



