Mayangan – Stasiun Kereta Api Probolinggo, Senin (19/1) pagi, tampak ramai dengan hadirnya 70 anak dari KB dan TK Bayuangga 1 Sumber Wetan yang mengikuti kegiatan studi lapangan pengenalan transportasi kereta api.
Didampingi para guru, anak-anak tampak antusias saat berkeliling area stasiun. Mereka mendapatkan edukasi seputar perkeretaapian Indonesia yang disampaikan langsung oleh petugas customer service, mulai dari fungsi kereta api hingga pentingnya keselamatan saat berada di lingkungan stasiun.
Kegiatan edukatif ini turut mendapat perhatian Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, yang hadir menjumpai anak-anak. Kehadirannya disambut riang gembira. Ina menyapa satu per satu anak-anak dengan hangat, diselingi pertanyaan sederhana yang dijawab polos oleh para siswa, memancing gelak tawa dan keceriaan suasana.
Sebagai bentuk apresiasi, Wakil Wali Kota Ina membagikan balon serta roti kepada seluruh anak-anak. Momen tersebut semakin menambah semangat dan kebahagiaan peserta studi lapangan. Ina Dwi Lestari menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman nyata yang penting bagi tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenal kereta api sekaligus memahami pentingnya disiplin dan keselamatan sejak dini. Ini menjadi pengalaman berharga yang membekas bagi mereka,” ujar Ina.
Ia berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari metode pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
“Pendidikan melalui studi lapangan perlu dirutinkan sebagai bentuk pembelajaran yang berbeda di luar kelas agar anak-anak lebih mudah memahami. Tujuan utama Bapak Wali Kota bersama saya adalah mencerdaskan generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Bayuangga 1 Sumber Wetan, Wiwik, menyampaikan bahwa kegiatan studi lapangan merupakan agenda rutin sekolah. Setelah dari Stasiun Kereta Api, para guru juga mengajak anak-anak berkunjung ke sejumlah tempat edukatif lainnya seperti Alun-alun dan Museum Kota Probolinggo.
Keceriaan anak-anak semakin memuncak saat sebuah kereta api melintas. Suara mesin dan klakson kereta disambut sorak sorai. Mereka tampak antusias menyapa dan berfoto bersama kondektur yang menyempatkan diri menemui anak-anak di sela tugasnya.
Salah satu siswi TK, Melda (6), mengaku sangat senang bisa melihat kereta api dari dekat. “Senang sekali, biasanya cuma lihat dari jauh atau dari TV dan HP,” ujarnya polos dengan wajah sumringah.
Kegiatan ini pun menjadi pengalaman berharga yang tak hanya menambah wawasan, tetapi juga meninggalkan kenangan manis bagi anak-anak di usia emas mereka. (vv/pin)



