KANIGARAN – Perempuan bukan sekadar pelaku usaha, tetapi juga penggerak ekonomi keluarga dan daerah. Potensi inilah yang terus diperkuat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Probolinggo melalui kepengurusan baru periode 2026–2031 yang dikukuhkan di Bale Hinggil Lantai 2, Rabu (21/10).
Di bawah kepemimpinan Yayuk Setyowati, DPC IWAPI Kota Probolinggo membawa semangat baru yakni menjadi rumah bersama bagi pengusaha perempuan, mempercepat transformasi digital, dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi agar usaha yang dirintis perempuan lokal mampu tumbuh dan naik kelas.
Bagi Yayuk, pengukuhan bukanlah garis akhir sebuah proses organisasi. Sebaliknya, momen ini menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan setiap anggota memiliki kesempatan berkembang, apa pun skala usahanya.
“Kota Probolinggo memiliki potensi ekonomi kreatif, kuliner, hingga karya wastra yang sangat kaya dan luar biasa. Di balik potensi besar itu, ada tangan-tangan tangguh para perempuan yang tidak kenal lelah menggerakkan roda ekonomi keluarga dan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, IWAPI ke depan tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul para pengusaha. Organisasi ini harus menjadi ruang yang benar-benar menghadirkan manfaat, tempat anggota saling belajar, berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan menemukan peluang usaha baru.
Karena itu, Yayuk menetapkan tiga arah utama bagi kepengurusannya. Yakni menjadikan IWAPI sebagai rumah inklusi bagi pengusaha dari berbagai skala, meningkatkan keterampilan dan pemanfaatan teknologi digital, serta memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui pelatihan silang keterampilan atau cross-skill sharing, pendampingan legalitas, dan peningkatan kualitas produk, IWAPI ingin membantu UMKM perempuan semakin siap menghadapi persaingan pasar yang terus berkembang.
“Kekuatan IWAPI tidak terletak pada ketuanya, melainkan pada kebersamaan dan saling mendukung di antara kita semua. Mari bergandengan tangan, saling mendukung sesama anggota, dan saling melengkapi,” ajak Yayuk.
Semangat perubahan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Probolinggo. Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, yang hadir mewakili Wali Kota Probolinggo, menilai pengusaha perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis, semangat berwirausaha saja tidak cukup. Pelaku usaha juga perlu meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, memperluas pemasaran, dan mampu menangkap peluang kebijakan yang tersedia.
Budi berharap IWAPI mampu menjadi penghubung antara peluang tersebut dan kebutuhan nyata para anggotanya. Organisasi harus hadir untuk membantu pengusaha perempuan mendapatkan informasi, pendampingan, serta akses terhadap program pengembangan usaha.
“Sekarang bukan lagi zamannya kita bekerja sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi. Pemerintah siap membuka ruang kerja sama,” tegasnya. Budi juga mendorong pengurus menyusun program 100 hari pertama sebagai langkah awal untuk menerjemahkan visi organisasi menjadi aksi nyata.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPD IWAPI Jawa Timur, Reny Widya Lestari, menyampaikan bahwa berhimpun dalam IWAPI merupakan langkah strategis bagi pengusaha perempuan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, dan mengembangkan usaha secara bersama-sama.
“Ketika kita berkumpul dan berorganisasi, kita belajar bersama. Yang tadinya bergerak sendiri, sekarang kita berkelompok. Dengan berkelompok, insyaallah program-program yang telah direncanakan bisa dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujar Reny.
Reny juga berharap kepengurusan baru mampu memperluas keanggotaan, menghidupkan kegiatan organisasi, dan membangun hubungan yang semakin erat dengan pemerintah daerah. Menurutnya, organisasi yang sehat tidak hanya ditandai dengan kepengurusan yang terbentuk, tetapi juga oleh anggota yang terus bertambah dan program yang benar-benar berjalan.
Harapan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi DPC IWAPI Kota Probolinggo untuk memperluas jangkauan manfaatnya. Semakin banyak pengusaha perempuan yang terlibat, semakin besar pula kesempatan untuk membangun ekosistem usaha yang saling mendukung. (mir/fa)
