Ketahanan Iklim Dimulai dari Perubahan Mindset Masyarakat, Wali Kota Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

2026

KADEMANGAN – Ketahanan iklim tidak cukup dibangun melalui penanaman pohon atau kegiatan seremonial semata. Yang paling penting adalah membangun kesadaran dan mengubah pola pikir masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itulah yang ditekankan Wali Kota Probolinggo Aminuddin saat membuka Sarasehan Lingkungan Hidup dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 bertema Pro Iklim (Probolinggo Inovatif Berketahanan Iklim) di kawasan Sumber Air Gayam, Kelurahan Pilang, Kamis (11/6).

Wali kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelestarian lingkungan sebagai gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo tersebut menghadirkan penggerak Kampung Glintung Go Green (3G) Malang, Bambang Irianto, serta jajaran perangkat daerah, camat, lurah, LKK, komunitas lingkungan dan masyarakat.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Hariesza Arnas Pirzada menjelaskan bahwa sarasehan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan konservasi, penghijauan, perlindungan sumber daya alam, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya konservasi sumber mata air sebagai upaya menjaga ketersediaan air bersih dan keberlanjutan ekosistem,” jelasnya.

Ia menambahkan, sarasehan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut juga menjadi ruang berbagi informasi, pengalaman, dan praktik baik terkait inovasi lingkungan serta program ketahanan iklim yang dapat diterapkan di Kota Probolinggo. Pada kesempatan itu turut dilakukan penyerahan dan penanaman 100 bibit tanaman bantuan dari KPH Pasuruan di kawasan Sumber Air Gayam sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan.

Sementara itu, dalam sambutannya Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan menanam pohon atau menggelar kegiatan sesaat, melainkan harus dimulai dari perubahan mindset masyarakat.

“Ketika saya bertanya kepada Pak Bambang, apa yang pertama harus diubah? Jawabannya adalah mindset. Kalau mindset kita sudah hijau, maka tindakan kita juga akan mengikuti. Menanam pohon, menjaga kebersihan, merawat lingkungan tidak lagi menunggu momen tertentu, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.

Aminuddin mengaku terinspirasi oleh keberhasilan Bambang Irianto yang mampu mengubah Kampung Glintung di Kota Malang dari kawasan kumuh menjadi kampung hijau yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan mendapat perhatian internasional.

“Beliau memulai dari nol, bergerak dari RT ke RT, dari RW ke RW, mengedukasi masyarakat selama bertahun-tahun hingga akhirnya berhasil mengubah wajah kampungnya. Ini yang harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran masyarakat,” katanya.

Selain penghijauan, Dokter Aminuddin juga menyoroti pentingnya fungsi tanaman sebagai penunjang ketahanan lingkungan. Menurutnya, keberadaan pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga membantu meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sehingga mendukung upaya pengurangan risiko banjir di Kota Probolinggo.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi lingkungan. Informasi positif mengenai gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan perlu disebarluaskan agar mampu menginspirasi lebih banyak masyarakat.

Wali kota pun  menegaskan komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk terus mengembangkan kawasan Sumber Air Gayam sebagai salah satu potensi wisata berbasis lingkungan sekaligus pusat edukasi konservasi dan ketahanan iklim.

“Proklim bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk membangun ketahanan iklim melalui inovasi. Mari kita jadikan setiap kelurahan di Kota Probolinggo sebagai wilayah yang hijau, bersih, dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Aminuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Pilang yang berhasil menjadi juara lomba kelurahan tingkat Kota Probolinggo dan saat ini tengah mengikuti penilaian di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh Dokter Aminuddin, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, Sekda Budiono Wirawan, Asekbang Aries Santoso dan narasumber di kawasan Sumber Air Gayam. Sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan iklim, dan mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin Bersolek. (mir/fa)

BAGIKAN