Kolaborasi Disperpusip-TP PKK, Wujudkan Perempuan Mandiri dan Berdaya Secara Finansial Melalui Beauty Class

2026

MAYANGAN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Probolinggo berkolaborasi dengan TP PKK Kota Probolinggo menggelar Pelatihan Kecantikan (Beauty Class) sebagai bagian dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Senin (24/08) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Umum Kota Probolinggo lantai 2 tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin. Dengan mengusung tema “Literasi Untuk Membuka Peluang, Dari Perpustakaan Menuju Wirausaha, Sekaligus Mewujudkan Perempuan Yang Anggun, Percaya Diri Dan Mandiri Secara Finansial”.

Dalam arahannya, dr. Evariani menegaskan bahwa literasi kecantikan tidak semata-mata berbicara mengenai kecantikan fisik atau formalitas penampilan. Lebih dari itu, kecantikan harus dimaknai sebagai upaya membangun perempuan yang memiliki nilai diri, cerdas, percaya diri dan mampu memberdayakan dirinya.

“Menjadi wanita yang smart, mampu menghidupkan suasana di rumah yang hangat sebagaimana yang kita idamkan, mampu meneruskan tanggung jawab kita di lingkungan sebagaimana mestinya, serta tetap eksis berpenampilan sebagai reward karena kita telah memberdayakan diri kita,” ujar dr. Evariani.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh melalui beauty class juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya membuat peserta mampu merias diri secara mandiri, tetapi juga membuka peluang ekonomi apabila keterampilan tersebut dikembangkan menjadi usaha. “Dengan adanya beauty class ini kita bisa secara mandiri cantiknya. Tidak hanya itu, syukur-syukur ini bisa menjadi tambahan penghasilan Ibu-ibu semua, siapa tahu ada bakat terpendam bisa menjadi tukang rias,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dr. Evariani juga mengapresiasi Disperpusip Kota Probolinggo yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di masyarakat. Ia menekankan bahwa literasi memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada aktivitas membaca buku.

“Kegiatan beauty class dari Disperpusip ini digagas untuk mengajarkan kita tentang budaya literasi. Literasi itu tidak hanya sekadar buku dan tidak sekadar membaca saja ya Ibu-ibu. Kegiatan semacam ini juga termasuk literasi dalam mem-branding diri agar dapat mewujudkan perempuan yang percaya diri dan mandiri secara finansial,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Disperpusip Retno Widosari dalam laporannya menyampaikan, melalui kegiatan ini peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan seputar kecantikan, tetapi juga didorong untuk melihat keterampilan tersebut sebagai bagian dari proses pemberdayaan perempuan. Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menangkap peluang kewirausahaan.

“Ada sebanyak 30 peserta yang merupakan perwakilan dari TP PKK Kelurahan khususnya anggota Pokja 2 ini akan mendapatkan materi merias wajah bersama dengan narasumber dari Produk Wardah Mbak Diah Ayu Lestari,”

Menurutnya, program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), di mana perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan memperoleh informasi, tetapi juga ruang belajar, berbagi keterampilan, membangun jejaring serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dev/pin)

BAGIKAN