SURABAYA – Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Kali ini, tiga penghargaan sekaligus berhasil diraih dalam ajang Wilwatikta Awards 2026 yang dipersembahkan oleh JawaPos.com.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian pembangunan daerah dalam sejumlah sektor strategis, mulai dari pembangunan manusia hingga penguatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Legacy Ballroom, Surabaya, Jumat malam (30/10).
Wali Kota hadir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lucia Ariea Yulyanti. Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar.
Ada pun tiga kategori penghargaan yang berhasil diraih Kota Probolinggo meliputi Daerah dengan Inisiatif Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan Sosial, Daerah dengan Daya Tarik Investasi dan Kemudahan Berusaha, serta Daerah dengan Pengentasan Kemiskinan.
Wilwatikta Awards 2026 merupakan ajang apresiasi kinerja pembangunan pemerintah daerah di Jawa Timur. Berdasarkan dokumen penyelenggara, penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator statistik resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, menggunakan data tahun 2024–2025. Sejumlah indikator yang menjadi tolok ukur diantaranya perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran terbuka, pembentukan modal tetap bruto, serta penurunan angka kemiskinan.
Hal ini disampaikan oleh CEO Jawapos.com Dhimas Ginanjar dan didukung oleh sambutan Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati, serta Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin yang hadir membacakan sambutan Gubernur Jatim.
Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut bukan semata-mata tentang penghargaan yang dibawa pulang, melainkan menjadi pengingat sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada JawaPos.com atas penghargaan ini. Tentu, tiga penghargaan yang diterima Kota Probolinggo menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Namun, yang paling penting bukanlah penghargaan itu sendiri, melainkan bagaimana setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat serta dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkapnya.
Hal tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. Di bidang pembangunan manusia, pemerintah terus memperkuat akses pendidikan dan kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan dasar. Sementara dalam sektor ekonomi, pengembangan UMKM, pemberdayaan pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan potensi lokal menjadi perhatian penting.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui program bantuan peralatan Usaha Mandiri Sektor Informal (UMSI) bagi 19 penerima pada 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian usaha sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru.
Di sisi lain, upaya penanggulangan kemiskinan juga diperkuat melalui Kartu Amanah yang mengintegrasikan basis data penerima manfaat dengan berbagai bentuk intervensi di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Dengan pendekatan berbasis data, bantuan diharapkan semakin tepat sasaran.
Dalam sektor investasi, Pemkot Probolinggo juga terus berupaya mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat infrastruktur penggerak ekonomi, serta mendorong tumbuhnya peluang usaha dan investasi baru. Pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo yang mencapai 5,85 persen pada 2025 menjadi salah satu gambaran perkembangan ekonomi daerah. Berbagai potensi lokal terus didorong agar mampu menciptakan nilai tambah dan memperluas kesempatan kerja.
"Saya berharap penghargaan ini menjadi spirit bagi seluruh perangkat daerah untuk tidak cepat berpuas diri. Justru ini menjadi tantangan agar ke depan kita bisa bekerja lebih optimal, lebih inovatif, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pembangunan tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan, partisipasi, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, semangat pembangunan Kota Probolinggo ke depan akan terus diarahkan pada terwujudnya kota yang tangguh, berkelanjutan, sejahtera, modern, dan adaptif. Seluruh capaian yang telah dirintis diharapkan menjadi fondasi untuk menghadirkan pembangunan yang semakin inklusif dan berkeadilan.
"Tiga penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pada angka maupun penghargaan, tetapi ketika masyarakat semakin sejahtera, mendapatkan pelayanan yang baik, memiliki kesempatan ekonomi yang lebih luas, dan merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk mereka," pungkasnya. (yul/pin)
