Kuatkan Pendidikan Karakter, Pemkot Gelar Nonton Bareng Film “Pramuka”

2026

MAYANGAN - Pemerintah Kota Probolinggo bekerja sama dengan Alamada Production menggelar sosialisasi dan nonton bareng film “Pramuka” di CGV Wijaya Kusuma, Jumat (21/8) siang. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus sekaligus upaya memperkuat pendidikan karakter generasi muda. 

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, produser film Amanda Latief, sutradara film Alex Latief, serta para kepala sekolah SD/MI dan SMP sederajat se-kota.

Film berdurasi 1 jam 43 menit itu mengisahkan petualangan Panji, seorang anak berusia 12 tahun, bersama empat sahabatnya, yakni Rani, Rio, Maya, dan Heru. Mereka tergabung dalam regu perkemahan Penggalang. Petualangan mereka berubah menegangkan ketika tersesat di tengah hutan dan menemukan tempat persembunyian sindikat penculikan anak. 

Berbekal keterampilan bertahan hidup, keberanian, serta kerja sama yang dipelajari dalam kegiatan Pramuka, mereka berhasil menyelamatkan diri sekaligus membantu pihak berwenang membongkar jaringan tersebut.

Produser film “Pramuka”, Amanda Latief, mengatakan bahwa film tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pendidikan karakter bagi anak-anak. “Film Pramuka kami hadirkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan yang membawa nilai-nilai kepramukaan, seperti keberanian, persahabatan, tanggung jawab, kerja sama, serta pengamalan Dasa Dharma Pramuka,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi kepada sutradara Alex Latief beserta keluarga, termasuk Amanda Latief selaku produser dan Rita Siregar selaku produser eksekutif. Dokter Amin berterima kasih karena Kota Probolinggo dipilih menjadi kota ke-28 dalam rangkaian sosialisasi dan pemutaran film tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Alex dan keluarga yang telah memilih Kota Probolinggo sebagai salah satu kota tujuan. Dari ratusan kabupaten dan kota di Indonesia, Probolinggo menjadi kota ke-28 yang disinggahi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” ujarnya.

Menurut wali kota, cerita dalam film tersebut menggambarkan penerapan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka. Film itu mengajarkan anak-anak untuk membaca situasi, mengambil keputusan secara cermat, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.

“Film ini menggambarkan bagaimana anak-anak membaca situasi sebagai bagian dari literasi, melakukan perhitungan yang cermat sebagai bentuk numerasi, serta membangun integritas. Setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan dan setiap ucapan harus diwujudkan dalam tindakan, dari situlah karakter terbentuk,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, berharap kerja sama dengan Alamada Production dapat terus berlanjut melalui pemutaran film-film edukatif lainnya. 

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut sehingga semakin banyak karya film edukatif yang diputar di Kota Probolinggo. Film-film tersebut diharapkan dapat menginspirasi anak-anak, khususnya di Kota Probolinggo, agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang hebat dan berkarakter,” jelas Setiorini yang juga menjabat Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Probolinggo itu

Kesan positif juga disampaikan Alex, salah seorang penonton. Film tersebut membangkitkan kenangannya ketika aktif mengikuti kegiatan Pramuka dan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) semasa SMP. 

“Filmnya sangat bagus dan menghibur. Saat menontonnya, saya teringat kembali masa-masa mengikuti kegiatan Pramuka dan Persami ketika SMP. Banyak nilai positif yang disampaikan, terutama tentang keberanian, kekompakan, dan pentingnya saling membantu,” ungkapnya. (dp/pin)

 

BAGIKAN