KANIGARAN - Rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 masih terus berlangsung. Jumat (30/10) pagi, kemeriahan berlanjut dengan lomba rujak erok-erok yang digelar di Kebun Mangga Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, yang terletak di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Tisnonegaran.
Mengusung tema “Rasa Tradisi, Cita Rasa Probolinggo”, lomba ini diikuti 29 Tim Penggerak (TP) PKK kelurahan se-Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya melestarikan kuliner tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan cita rasa lokal.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, didampingi Ketua TP PKK Dokter Evariani, meninjau sekaligus mencicipi satu per satu sajian rujak erok-erok dari para peserta untuk melakukan penilaian.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias meracik dan mengulek bumbu rujak. Menariknya, sejumlah tim tampil kompak mengenakan topi hasil kreasi sendiri dengan berbagai atribut bernuansa mangga.
Beragam buah lokal turut memperkaya sajian rujak erok-erok, mulai dari mangga, nanas, bengkoang, belimbing bintang, timun, kedondong, pepaya hingga jambu air. Ada juga tambahan tahu. Seluruh bahan tersebut dipadukan dengan racikan bumbu khas.
Dalam perlombaan ini, dewan juri menetapkan lima kriteria penilaian, yakni cita rasa khas dengan bobot 30%, kreativitas penyajian 25%, kebersihan dan kerapian 20%, penampilan tim 15%, serta pemanfaatan bahan lokal sebesar 10%.
Wali Kota Aminuddin menjelaskan, rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 diawali dengan penanaman pohon mangga dan karnaval buah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan buah manga yang belum begitu matang untuk olahan makanan.
Menurutnya, lomba rujak erok-erok menjadi salah satu bentuk pengenalan tradisi kuliner masyarakat Probolinggo. Keunikan hidangan ini terletak pada penggunaan terasi atau petis khas Madura sebagai elemen penting racikan bumbu yang mencerminkan pengaruh budaya setempat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Evariani yang juga salah satu juri lomba menyampaikan, perlombaan ini bertujuan mendorong kreativitas kader PKK dalam menghasilkan inovasi cita rasa sekaligus menonjolkan potensi khas daerah melalui berbagai kreasi olahan rujak.
“Lebih dari sekadar kompetisi kuliner, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat koordinasi, kolaborasi, dan kerukunan antaranggota PKK dari berbagai kelurahan. Para peserta dapat saling belajar, berbagi pengalaman, serta melakukan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dalam kegiatan serupa di masa mendatang,” bebernya.
Salah satu peserta, Ketua TP PKK Kelurahan Wiroborang, Ratih Oktaviana, mengatakan rujak erok-erok sekilas menyerupai rujak manis karena menggunakan potongan berbagai buah. Namun, pembeda utamanya terletak pada racikan bumbu petis khusus yang menghasilkan cita rasa tersendiri.
“Untuk menjaga kualitas rasa, petis yang digunakan didatangkan langsung dari pengrajin lokal di wilayah Kebonsari. Petis tersebut dipilih agar menghasilkan cita rasa lezat tanpa sensasi gatal maupun aroma amis yang terlalu menyengat,” jelasnya.
Melalui ajang kreativitas ini, kader PKK Kelurahan Wiroborang berharap rujak erok-erok semakin dikenal luas, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Kota Probolinggo. (dy/fa)
