Lomba Ibu Hamil Sehat, Upaya Pemkot Probolinggo Tingkatkan Motivasi Periksa Kesehatan Secara Rutin

2026

KANIGARAN - Sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi ibu hamil dalam menjaga kesehatannya, diperlukan strategi yang inovatif, edukatif, dan partisipasif. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinkes P2KB menggelar Lomba Ibu Hamil Sehat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes PPKB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi saat Penganugerahan Lomba Ibu Hamil Sehat dan Pemantauan Jam Tangan Kesehatan Terbaik Kota Probolinggo Tahun 2026, di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (18/5) siang.

"Adapun tujuan kegiatan ini, untuk memberikan edukasi serta dukungan menyeluruh kepada ibu hamil dari aspek fisik, mental maupun nutrisi, kemudian menciptakan lingkungan sosial yang lebih ramah dan peduli terhadap kebutuhan ibu hamil dengan interaksi langsung tenaga kesehatan dan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut Dokter Intan menuturkan, ada 7 indikator penilaian Lomba Ibu Hamil Sehat yang dilaksanakan di tiap puskesmas. Yakni, usia kehamilan 7 - 9 bulan, Antenatal Care (ANC) minimal 6 kali, mengikuti kelas bumil minimal 1 - 2 kali, kadar HB normal, Lingkar Lengan Atas (LILA) normal, minum tablet tambah darah setiap hari dan gizi seimbang (pemantauan kenaikan berat badan).

Sedangkan Pemantauan Jam Tangan Kesehatan Terbaik dianalisa dari data ibu hamil yang paling sering melakukan sinkronisasi melalui aplikasi SISKIA PROCANTIK dengan indikator variabel yang ada di jam tangan kesehatan. “Meliputi, tekanan darah, denyut jantung, SPO2, BB, dan aktifitas," imbuh kepala Dinkes P2KB.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menyampaikan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Probolinggo.

"Ibu-ibu yang hari ini terpilih sebagai ibu hamil teladan memiliki tugas penting untuk menjadi contoh sekaligus penyambung informasi kepada ibu hamil lainnya. Sosialisasikan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, mulai dari kunjungan pertama hingga seterusnya," tegasnya.

Lebih lanjut Wali Kota yang juga berprofesi sebagai Dokter Obgyn ini menyampaikan pentingnya pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan, yaitu melalui kunjungan K1, K2, K3, dan K4. Bahkan jika diperlukan dapat dilakukan lebih dari empat kali pemeriksaan. Hal ini penting untuk mendeteksi kemungkinan risiko selama kehamilan, baik karena riwayat operasi, hipertensi, asma, maupun penyakit lainnya.

"Saya juga mengingatkan bahwa masih ada ibu hamil yang malas atau bahkan belum pernah memeriksakan kehamilannya. Ini tentu sangat berbahaya. Oleh sebab itu, tugas kita bersama untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar setiap ibu hamil rutin memeriksakan kesehatannya," tambahnya.

Pasca persalinan juga menjadi perhatian penting. Pemerintah mendorong penggunaan alat kontrasepsi pasca persalinan, salah satunya IUD. Soal kesehatan ibu hamil dan anak, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian besar. Harapannya, seluruh anak Indonesia yang lahir menjadi generasi sehat, kuat, cerdas, dan berkualitas.

“Oleh karena itu, program pemberian makanan bergizi tambahan bagi ibu hamil terus dijalankan dan diperluas. Kami berharap seluruh ibu hamil nantinya mendapatkan tambahan makanan bergizi agar bayi yang dilahirkan tumbuh sehat dan terhindar dari stunting maupun masalah kesehatan lainnya. Karena sesungguhnya, anak-anak inilah yang kelak menjadi sumber daya manusia unggul Indonesia," ungkap Dokter Amin.

Ia juga persen kepada seluruh petugas kesehatan khususnya di puskesmas, agar tidak ada satu pun ibu hamil di Kota Probolinggo yang tidak terpantau. “Karena disinilah peran kader posyandu sangat penting dalam membantu memantau kondisi ibu hamil di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, penyerahan penghargaan diberikan kepada 6 terbaik lomba ibu hamil sehat dan 3 terbaik pemantauan jam tangan kesehatan ibu hamil oleh Wali Kota Dokter Aminuddin, Wawali Ina, Ketua TP PKK Evariani Aminuddin dan Kepala Dinkes P2KB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala PD terkait, perwakilan RSUD dr. Mohamad Saleh, RSUD Ar - Rozy, kepala puskesmas se- Kota Probolinggo, Ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan, Perwakilan TPMB (Tempat Praktik Mandiri Bidan) dan Ketua IBI, perwakilan kader dan ibu hamil. (Crl/fa)

BAGIKAN