Lomba Lampu Hias Antarinstansi, Dokter Aminuddin: Bentuk Semangat Sinergi Kegotongroyongan dan Keguyuban

2026

PROBOLINGGO – Masih dalam rangkaian kemeriahan HUT ke-81 RI, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menilai lomba lampu hias antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, Senin (31/8) malam. Penilaian yang direncanakan selama tiga hari ini, dikebut dalam semalam oleh Dokter Aminuddin.

Ia tidak sendiri. Tim juri terdiri dari Sekda Budiono Wirawan dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispopar) Muhammad Abas sebagai leading sektor ikut mendampingi penilaian lomba.

Rombongan mulai menyisir lokasi peserta sejak pukul 19.30 WIB. Penilaian diawali dari Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan berlanjut secara bergiliran ke sejumlah Perangkat Daerah, hingga lokasi terakhir di Kecamatan Kademangan.

Kepala Dispopar M. Abas mengatakan, dari 30 lokasi yang dinilai akan ditetapkan enam pemenang. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan oleh tim juri. "Total lomba lampu hias kategori OPD semuanya ada 30 keseluruhan. Dengan rincian 23 OPD, 5 Kecamatan dan 2 Rumah Sakit dr. Saleh dan Ar-Rozi," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, penilaian tidak hanya berfokus pada kreativitas peserta dalam menghias lingkungan kantor menggunakan lampu. Tim juri juga memperhatikan sejumlah aspek pendukung diantaranya pemanfaatan material ramah lingkungan dengan prinsip (3R), kebersihan lingkungan, penggunaan ikon ornamen khas daerah, serta aspek keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar PD.

Juri juga menilai sisi penataan dekorasi agar tidak mengganggu jalan maupun akses pelayanan publik bagi masyarakat. Dengan demikian, kemeriahan yang ditampilkan tetap memperhatikan fungsi ruang publik dan pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang turut menyemarakkan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan menghias lingkungan dengan lampu, tetapi juga menjadi bagian dari semangat serta kolaborasi bersama dalam mendukung Kota Probolinggo Bersolek.

“Secara prinsip kami ingin kegiatan ini supaya memberikan contoh kepada masyarakat bahwa lingkungan kita, suasananya juga dibuat semakin semarak dalam memaknai peringatan HUT RI. Dan juga kegiatan ini merupakan bagian dari semangat serta sinergi bersama dalam mendukung Kota Probolinggo bersolek,” ungkap Dokter Aminuddin.

Ia menambahkan, semarak dekorasi lampu hias di lingkungan perkantoran juga diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memperindah lingkungan masing-masing.

“Yang paling penting adalah semangat kegotongroyongan dan keguyuban. Itu juga merupakan wujud simbolis dari makna Kota Probolinggo bersolek secara keseluruhan. Dalam penilaian juga ada 7 kriteria. Selain kreativitas dan keindahan, ada juga poin yang penting lainnya yang perlu diperhatikan oleh masing-masing leading sektor seperti keamanan, kebersihan, serta dapat memanfaatkan seminimalis mungkin bahan disekitar kita,” imbuhnya.

Menurut wali kota, semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana kota yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki kehidupan sosial yang guyub dan penuh kepedulian.

Penilaian yang dilakukan secara langsung oleh tim juri juga sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas perangkat daerah dalam menyambut momentum kemerdekaan. Beragam konsep dan ornamen lampu hias yang ditampilkan membuat suasana malam di sejumlah kawasan perkantoran Kota Probolinggo tampak semakin semarak. (Dev/fa)

BAGIKAN