Malam Kedua Batik in Motion, dari Fashion Batik hingga Flashmob Line Dance

2026

KANIGARAN – Event besar memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Probolinggo Batik in Motion, kembali berlangsung meriah pada Sabtu (5/9) malam. Memasuki hari kedua pelaksanaan, antusiasme masyarakat masih terlihat tinggi menyaksikan beragam penampilan seni dan kreasi berbasis batik.

Wali Kota Dokter Aminuddin hadir bersama Ketua Dekranasda Dokter Evariani. Kehadiran keduanya turut menambah semarak gelaran yang menjadi ruang apresiasi sekaligus promosi batik dan budaya Kota Probolinggo tersebut. Pada malam kedua, rangkaian acara diisi dengan sejumlah agenda, salah satunya pemberian hadiah kepada para pemenang Lomba Fashion Desain dan Batik Futuristik Kota Probolinggo 2026.

Untuk kategori Fashion Batik Futuristik, juara ketiga diraih 3, Serlyta Wahyu Febriani - Batik Mangga Kalpika; juara kedua diraih Muhammad Badrus Salam - Batik Turangga Sagara, sedangkan juara pertama diraih Candida Ardel Aurelia dengan tema Batik Pacuan Kencana Bayuangga.

Sementara itu, pada kategori Fashion Batik dalam Probolinggo Batik in Motion, juara ketiga diraih Hardiyas Santoso tema Laku Pendhalungan; juara kedua diraih Muchlis Anshori bertema Lumina Regalia dan juara pertama diraih Livo Gery Wijaya tema Konichiwa Van Kota Madya Probolinggo. Hadiah diserahkan oleh Wali Kota Probolinggo bersama Ketua Dekranasda, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan serta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Retno Wandansari.

Kemeriahan juga semakin terasa dengan hadirnya kompetisi Best ULD Dance. Juara ketiga diraih Kabupaten Mojokerto, disusul Kota Malang dan tuan rumah Kota Probolinggo menjadi juara pertamanya. Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk kategori Kostum Terbaik Line Dance. Juara ketiga diraih ULD Manado; juara kedua diraih Kota Probolinggo dan juara pertama diraih Sanggar Ayin Confidence.

Tidak hanya menyaksikan pertunjukan, masyarakat juga diajak terlibat langsung dalam kemeriahan melalui flashmob line dance yang dilakukan secara bersama-sama.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, Batik in Motion menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan batik kepada masyarakat luas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga hingga mancanegara.

“Batik in Motion ini intinya adalah bagaimana kita mempromosikan batik ke seluruh daerah, termasuk nanti ke seluruh dunia. Salah satunya melalui gerakan-gerakan tari, baik tari modern maupun ULD,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, konsep pelaksanaan Batik in Motion juga dirancang secara bertahap. Jika pada hari pertama lebih banyak menampilkan kreasi tari modern dengan balutan batik, pada malam kedua ditampilkan lebih banyak tarian budaya dan tradisional.

“Kalau hari pertama ada kreasi-kreasi menggunakan tarian modern, hari kedua ini kita angkat tarian-tarian budaya atau tradisional. Jadi begitu polanya untuk Batik in Motion berikutnya,” jelasnya.

Aminuddin juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Kota Probolinggo memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai ruang kreativitas sekaligus destinasi rekreasi bagi masyarakat.

“Antusiasmenya sangat tinggi. Ini dalam rangka kita menjadikan Probolinggo sebagai tempat kreasi dan tempat rekreasi bagi seluruh masyarakat dan semua komponen,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota Probolinggo berencana memperluas jangkauan Batik in Motion hingga ke tingkat internasional. Aminuddin menyebut komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara-negara ASEAN telah dilakukan untuk membuka peluang keterlibatan peserta dari luar negeri.

Gelaran Probolinggo Batik in Motion menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo sekaligus wadah untuk menggabungkan kekayaan batik, seni tari, kreativitas generasi muda, dan partisipasi masyarakat dalam satu pertunjukan yang atraktif. (sit/fa)

BAGIKAN