Maulid Nabi di Ponpes Raudlatul Hasaniayah, Wali Kota Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Pembangunan

2026

KEDOPOK – Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH. Romli Baqir dan nyai Syayaroh Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniayah menggelar pengajian umum di halaman pondok pesantren, Jrebeng Lor, Sabtu malam (18/9). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, para alim ulama, tokoh agama, serta jamaah.

Kehadiran Wali Kota Probolinggo disambut hangat Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniayah, Kiai M. Izul Islam atau Gus Izul.

Gus Izul mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi menjadi pengingat untuk mengamalkan keteladanan Rasulullah dalam sikap, ucapan dan perbuatan. Momentum ini juga penting untuk memperkuat silaturahmi dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Aminuddin menekankan pentingnya majelis keagamaan sebagai ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi, sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, kondisi Kota Probolinggo yang aman dan pembangunan yang berjalan baik tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat. Berbagai tantangan, baik di bidang ekonomi, sosial maupun lainnya, perlu dihadapi melalui kolaborasi dan partisipasi seluruh komponen masyarakat.

“Pembangunan Kota Probolinggo membutuhkan sumbangsih positif dari seluruh masyarakat. Berbagai program yang dilakukan pemerintah pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Aminuddin.

Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo terus menunjukkan perkembangan. Pemerintah kota juga terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

Di bidang pendidikan, Pemkot Probolinggo juga menjalankan sejumlah program strategis, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pemerintah memberikan beasiswa pendidikan hingga jenjang sarjana bagi 150 anak dari keluarga kurang mampu, dengan harapan kuotanya dapat terus ditingkatkan setiap tahun.

“Semua program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Pencapaian yang telah diraih Kota Probolinggo merupakan hasil kebersamaan dan sinergitas pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Pengajian kemudian diisi tausiah oleh K.H. Moh. Hasan Naufal. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri, meneladani akhlak Rasulullah, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

“Di era digital, kita harus mampu menyaring setiap informasi. Jangan mudah percaya dan menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya. Teladani Rasulullah dengan menjaga lisan, melakukan tabayyun, dan mengutamakan kemaslahatan,” pesannya.

K.H. Moh. Hasan Naufal juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan pondok pesantren serta menghormati guru sebagai bagian penting dalam membentuk ilmu, karakter dan akhlak para santri.

“Jaga hubungan baik dengan para guru agar ilmu yang diberikan menjadi berkah dan barokah dalam kehidupan, termasuk ketika santri telah kembali dan mengabdi di tengah masyarakat,” tuturnya. (vv/pin)

BAGIKAN