Maulid Nabi Jadi Momentum Mengenang Satu Tahun Kepergian H.M. Buchori

2026

KADEMANGAN - Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin nampak menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Tahlil dalam rangka mengenang 1 tahun wafatnya Wali Kota Probolinggo Periode 2004-2014, almarhum H.M. Buchori. 

Acara ini digelar di kediaman Indi Eko Yanuarto, anak pertama almarhum, di Jl. Raya Bromo. Nampak hadir ribuan warga, sejumlah kepala perangkat daerah beserta jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Indi - sapaannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang hadir dalam acara malam tadi. "Tidak terasa setahun sudah almarhum berpulang ke Sang Khalik. Saya atas nama keluarga juga ingin memohon maaf apabila semasa hidup alamarhum, baik ucapan maupun tingkah laku, ada kesalahan almarhum, baik yang disengaja maupun tidak," ucap kakak Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari ini.

Wali Kota dr. Aminuddin mengatakan bahwa di momen peringatan Maulid Nabi kali ini, sekaligus mengenang 1 tahun wafatnya almarhum H.M. Buchori, ia mengajak seluruh undangan yang hadir untuk terus melafalkan salawat pada Nabi Muhammad SAW.

"Termasuk utamanya putra-putri almarhum, Mas Indi, kemudian Bu Ina, ya jangan lupa menyampaikan terus selawat sambil berdoa agar almarhum ditempatkan terus di sisi Allah SWT di surganya yang terbaik, sehingga diampuni juga dosa-dosa dari beliau," ujar dr. Aminuddin.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Aminuddin juga menyampaikan di momen Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo kali ini, dirinya beserta jajaran ziarah ke makam para pendahulu wali kota dan wakil wali kota. Termasuk ziarah ke almarhum Bapak H.M Buchori yang berjasa banyak bagi Kota Probolinggo. 

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Paeni mengatakan, orang meninggal dalam keadaan mulia karena sebab tiga perkara. Satu, karena ilmunya. Yang kedua, dalam keadaan mulia karena dermawan. Dan yang ketiga, karena sebab tingkah lakunya yang baik.

Paeni menyebut, sebagai sosok yang dermawan, Nabi Muhammad SAW tidak akan bisa tidur jika di sakunya masih terdapat uang yang belum diberikan pada orang lain yang membutuhkan. Menurutnya, sifat dermawan ini lah yang dijadikan tauladan oleh almarhum H.M Buchori. 

"Selama kurang lebih 17 tahun mengenal almarhum H.M. Buchori, ia dikenal sebagai sosok yang dermawan. Sering sedekah pada siapa pun. Semoga almarhum kemarin meninggal dalam keadaan husnul khotimah," ujarnya.

Setelah tausiyah, acara pun dilanjutkan dengan Selawat Nabi dan Tahlil, kirim doa untuk almarhum H.M. Buchori. (pin/fa) 

BAGIKAN