Kanigaran - Upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al Qur'an sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan. Salah satunya melalui Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kecamatan Kanigaran yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Kanigaran di Pendopo Kecamatan Kanigaran, Kamis (2/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kanigaran Purwanto Novianto, Ketua LPTQ Kota Probolinggo KH. Abdul Aziz, Ketua KUA Kanigaran Muhammad Anwar Haddad, unsur Polsek dan Koramil Kanigaran, para lurah se-Kecamatan Kanigaran, serta tamu undangan lainnya.
Lantunan ayat suci Al Qur'an yang dibacakan salah seorang qari, mengawali rangkaian kegiatan MTQ tingkat kecamatan tersebut. Ketua LPTQ Kecamatan Kanigaran, Ustaz Husnan, menyampaikan MTQ tahun ini diikuti 115 peserta. Sebanyak 113 peserta mengikuti perlombaan, sementara dua peserta lainnya telah dipastikan lolos dan akan langsung mewakili Kecamatan Kanigaran pada MTQ tingkat Kota Probolinggo.
Sementara itu, Camat Kanigaran Purwanto Novianto saat membuka acara mengatakan bahwa proses seleksi peserta telah dimulai dari tingkat kelurahan sejak akhir Mei hingga awal Juni. Para peserta yang tampil merupakan putra-putri terbaik hasil seleksi tersebut.
"Sesuai tema MTQ tahun ini, Al Qur'an menjadi fondasi dalam mewujudkan keluarga yang harmonis. Pendidikan Al Qur'an harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai madrasah pertama agar mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia. Hal ini juga sejalan dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045," katanya.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan semangat masyarakat untuk terus belajar dan mencintai Al Qur'an.
"Kami berharap para orang tua dan pendamping terus memberikan dukungan kepada anak-anak, tidak hanya selama perlombaan, tetapi juga dalam proses pembinaan di tengah masyarakat. Kepada seluruh peserta, tampilkan kemampuan terbaik, ikuti arahan dewan hakim dengan baik, sehingga dari MTQ ini lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang siap mewakili Kecamatan Kanigaran pada MTQ Tingkat Kota Probolinggo," tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua LPTQ Kota Probolinggo KH. Abdul Aziz berharap MTQ tingkat kecamatan mampu menghasilkan kader terbaik sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat kota yang direncanakan berlangsung pada September mendatang.
"MTQ ini merupakan tahapan penting untuk menjaring peserta terbaik. Kami berharap dewan hakim dapat memilih yang terbaik di antara yang baik sehingga Kota Probolinggo memiliki duta-duta Al Qur'an yang berkualitas," ungkapnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para peserta. Salah satunya, Muhammad, mengaku bersyukur dapat mengikuti MTQ tingkat kecamatan sebagai ajang menambah pengalaman.
"Alhamdulillah, saya senang bisa mengikuti MTQ tingkat kecamatan ini. Semoga saya dapat memberikan penampilan terbaik, menambah pengalaman, dan mendapat kesempatan menjadi perwakilan Kecamatan Kanigaran untuk berlaga di MTQ tingkat Kota Probolinggo," tuturnya.
Penilaian peserta dilakukan secara menyeluruh, meliputi ketepatan tajwid, kefasihan membaca Al Qur'an, kualitas dan keindahan suara, penguasaan irama, serta penampilan yang tenang dan penuh penghayatan.
Diketahui, dewan hakim MTQ berasal dari unsur LPTQ dan para pembina Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) di Kota Probolinggo yang memiliki kompetensi dalam bidang tilawah Al Qur'an. Melalui MTQ ini diharapkan lahir generasi Qur'ani yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. (vv/pin)



