KANIGARAN – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo mengukuhkan pengurus MUI Tingkat Kecamatan sekaligus menggelar Musyawarah Kerja Pimpinan se-Kota Probolinggo Masa Khidmah 2026–2031. Kegiatan berlangsung di Aula MAN 2 Kota Probolinggo, Jalan Soekarno-Hatta, Sabtu (19/9).
Mengusung tema “Meneguhkan Khidmah Ulama: Bersinergi untuk Mewujudkan Masyarakat Kota Probolinggo yang Religius, Harmonis dan Bermartabat”, kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, jajaran Kementerian Agama dan Kementerian Haji, perwakilan Forkopimda, Ketua Umum MUI Kota Probolinggo KH. Sulthon, Kepala MAN 2 Kota Probolinggo, jajaran pengurus MUI kecamatan se-Kota Probolinggo serta para alim ulama.
Ketua Panitia, Samsul Arifin, mengatakan pengukuhan dan musyawarah kerja tersebut diharapkan semakin menguatkan peran MUI kecamatan dalam menjalankan khidmah sebagai bagian dari kepemimpinan umat sekaligus mitra strategis pemerintah.
“Program kerja yang dihasilkan jangan hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran MUI di tengah umat diharapkan mampu memberikan pencerahan, memperkuat ukhuwah Islamiah, menjaga kerukunan dan turut memberikan solusi atas berbagai persoalan kemasyarakatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara MUI dan pemerintah dalam membangun Kota Probolinggo.
“Dalam organisasi diperlukan sinergi, kolaborasi dan sikap saling melengkapi untuk menghasilkan keputusan bersama yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Dengan bekal keimanan dan komunikasi yang baik, insyaallah kita dapat bersama-sama mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang tenang, tenteram dan makmur,” tutur Aminuddin.
Menurutnya, MUI akan menjadi salah satu mitra penting pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan UMKM melalui penguatan produk halal.
“Pemerintah akan terus membangun komunikasi dan melibatkan MUI sebagai salah satu organisasi pendukung dalam proses pembangunan. Salah satunya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan UMKM melalui penguatan dan fasilitasi produk halal,” jelasnya.
Ia berharap pengukuhan dan musyawarah kerja tersebut menghasilkan keputusan serta program yang tidak berhenti pada tataran organisasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Kota Probolinggo. (vv/pin)
