Olah Limbah Mangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi, DKPPP Gelar Pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani

2026

Mayangan – Mengoptimalkan pemanfaatan potensi buah mangga sekaligus mengurangi limbah yang terbuang, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo menggelar pelatihan olahan limbah mangga, Sabtu sore (31/10), di Stadion Bayuangga, Jalan Kacapiring.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 ini diikuti puluhan peserta dari perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) kelurahan se-Kota Probolinggo. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, beserta jajaran.

Disampaikan Ketua Panitia, Erwan Kiswandoko sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) DKPPP, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah mangga menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Menurutnya, potensi mangga di Kota Probolinggo perlu dioptimalkan, tidak hanya dari sisi pemanfaatan buahnya, tetapi juga bagian yang selama ini kerap terbuang.

“Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dan dikembangkan di lingkungan masing-masing, bahkan menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Fitriawati.

Menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, Laboratorium Pascapanen Karangploso, Malang, pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik pengolahan serta pemanfaatan buah mangga secara lebih optimal.

Beragam inovasi olahan diperkenalkan kepada peserta, mulai dari pembuatan es krim mangga, mangga instan, tepung mangga, hingga keripik berbahan kulit mangga. Melalui praktik tersebut, peserta diajak memahami bahwa bagian buah mangga yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti materi dan praktik pengolahan yang diberikan narasumber. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok perempuan dan pelaku UMKM.

Siti, salah satu peserta dari Kelurahan Wonoasih, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat dan akan dibagikan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Nantinya, ilmu yang didapat bisa saya sampaikan kepada masyarakat sekitar. Apalagi Wonoasih merupakan salah satu daerah penghasil mangga di Kota Probolinggo. Dengan keterampilan ini, kulit mangga yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya. (vv/pin)

 

BAGIKAN