Panjat Bambu di Tengah Laut Meriahkan HUT RI, Dokter Aminuddin: Bisa Jadi Potensi Daya Tarik Wisata

2026

MAYANGAN – Suasana meriah mewarnai kawasan wisata terapi Kum-Kum, di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (22/8). Sebanyak 12 tim mengikuti lomba panjat bambu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Uniknya, perlombaan digelar di atas perairan dengan hadiah utama berupa lima ekor kambing.

Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, yang hadir menyaksikan langsung perlombaan, mengatakan panjat bambu menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya gotong royong, kekompakan, dan semangat bahu-membahu. “Kalau tidak bahu-membahu, tidak mungkin bisa naik ke atas. Ini contoh nyata bagaimana kita harus bekerja sama,” ujar wali kota.

Selain mengapresiasi perlombaan, wali kota melihat perkembangan kawasan Kum-Kum sebagai potensi wisata dan penggerak ekonomi masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, semakin banyak kedai dan tenant yang tumbuh di kawasan tersebut. “Ini menunjukkan ada pergerakan ekonomi yang harus kita dukung. Wisata airnya juga bisa terus dikembangkan dengan berbagai pilihan aktivitas,” jelas Dokter Aminuddin.

Wali kota mendorong agar keunikan panjat bambu di tengah laut dapat dikembangkan menjadi agenda wisata dan masuk dalam kalender event Kota Probolinggo. Menurutnya, konsep tersebut memiliki daya tarik yang tidak biasa dan berpotensi mendatangkan lebih banyak pengunjung.

Ia juga meminta perangkat daerah terkait turut membantu promosi kegiatan tersebut sehingga semakin dikenal masyarakat luas. Pengembangan fasilitas pendukung, termasuk pos kesehatan, juga dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Purwoto, mengatakan kegiatan panjat bambu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT RI yang digelar di kawasan Kum-Kum. Sebelumnya, panitia telah menggelar lomba sing-song yang diikuti 46 peserta pada Selasa (18/8), serta pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 30 meter di kawasan perairan.

“Ini bentuk rasa syukur sekaligus cara kita mengisi kemerdekaan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin kompak, meriah, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Purwoto.

Ia berharap kegiatan di Kum-Kum dapat terus dikembangkan dan menjadi daya tarik wisata Kota Probolinggo. Selain rangkaian kegiatan HUT RI, kawasan tersebut juga rutin menggelar kegiatan Jumat Berkah setiap Jumat pagi yang terbuka bagi masyarakat.

Kemeriahan tersebut sekaligus menjadi gambaran semangat kebersamaan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan, sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kum-Kum sebagai salah satu ruang rekreasi dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Probolinggo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) M. Abas, Camat Mayangan Deus Nawandi, serta Lurah Mayangan Wisynu Setiawan. (mir/fa)

BAGIKAN