PROBOLINGGO – Antusiasme masyarakat mewarnai kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di depan Lapangan Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (26/10), sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala DKUMP Kota Probolinggo Yuda Hartanto, Kepala UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT) Jember, MH. Usamah Aruno Condro Buwono, beserta jajaran, perwakilan Kecamatan Wonoasih, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Kepala UPT PSMB-LT Jember, MH. Usamah Aruno Condro Buwono, mengatakan pasar murah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus langkah konkret pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pasar murah yang rutin diselenggarakan pemerintah provinsi dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung stabilitas harga di daerah.
“Antusiasme masyarakat masih tinggi. Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Jawa Timur, serta membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DKUMP Kota Probolinggo, Yuda Hartanto, menyampaikan bahwa pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami berharap kegiatan pasar murah ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah,” ungkapnya.
Sejumlah komoditas yang menjadi incaran masyarakat ditawarkan dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP medium kemasan 5 kilogram dijual Rp55.000, beras premium Rp72.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, telur ayam Rp21.000 per kilogram, serta Minyakita kemasan 1 liter seharga Rp15.000.
Selain itu, tersedia berbagai kebutuhan pokok lainnya, seperti bawang merah, bawang putih, tepung terigu, cabai rawit merah, dan cabai merah besar.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Disperindag Provinsi Jawa Timur menyediakan stok beras SPHP sebanyak 1.500 kilogram, beras premium 350 kilogram, gula pasir 80 kilogram, minyak goreng 240 liter, dan telur ayam 90 kilogram. Seluruh komoditas tersebut dilaporkan terjual habis dalam waktu singkat.
Sejak pagi, masyarakat telah memadati lokasi untuk mendapatkan kupon pembelian yang disediakan di tempat. Salah seorang warga, Yani (50), asal Sumber Taman, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
“Senang sekali ada pasar murah seperti ini. Harganya lebih murah sehingga bisa menghemat pengeluaran untuk kebutuhan keluarga. Uang belanja yang tersisa bisa digunakan untuk keperluan lainnya,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan dan menjangkau seluruh kelurahan di Kota Probolinggo agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Tak hanya menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pengunjung turut mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Wonoasih, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. (vv/pin)
