Pastikan Pangan Murah, Wali Kota Aminuddin Tinjau Gerakan Pangan Murah di Pasar Baru

2026

Kanigaran – Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali digelar di kawasan Pasar Baru, Jalan Panglima Sudirman, Selasa pagi (18/8).

Wali Kota Probolinggo Aminuddin meninjau langsung pelaksanaan GPM didampingi Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Fitriawati. Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin menyapa masyarakat yang antusias mengantre dan berbelanja berbagai kebutuhan pokok yang disediakan.

Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, GPM dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan dengan lokasi utama di kawasan Pasar Baru dan Wonoasih. Selain menyediakan komoditas dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat pemasaran produk pangan lokal.

“GPM ini kami laksanakan rutin dua kali dalam seminggu, difokuskan di kawasan Pasar Baru dan Wonoasih. Beberapa komoditas yang disediakan juga berasal dari produksi lokal, seperti telur dan bawang merah. Untuk menjaga ketersediaan beras, kami juga menggandeng Bulog,” jelas Fitriawati.

Menurutnya, pelaksanaan GPM tidak hanya ditujukan untuk memberikan akses pangan murah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Wali Kota Aminuddin menegaskan, GPM merupakan salah satu langkah konkret Pemkot Probolinggo dalam mengendalikan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“GPM ini bertujuan mengendalikan inflasi, menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan kebutuhan pokok, sekaligus mendukung UMKM dan IKM lokal agar dapat memperluas pemasaran produknya secara langsung kepada masyarakat,” ujar Aminuddin.

Ia menambahkan, keberadaan GPM diharapkan dapat meringankan pengeluaran masyarakat karena sejumlah bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, akses terhadap pangan juga diupayakan tetap inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

“Yang terpenting adalah menjaga stabilitas. Pedagang tidak dirugikan, sementara masyarakat tetap mendapatkan harga yang stabil. Karena itu, komoditas dan jenis produk yang disediakan akan kami sesuaikan dengan kondisi serta komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi di pasaran,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap GPM terlihat sejak pagi. Antrean warga bahkan mengular setelah stan dibuka. Sejumlah komoditas yang paling banyak diburu antara lain minyak goreng, beras, dan telur.

Pada pelaksanaan kali ini, DKPPP menyediakan 480 liter minyak goreng kemasan satu dan dua liter, beras SPHP sebanyak satu ton dalam kemasan lima kilogram, serta telur ayam broiler sebanyak 50 kilogram dengan kemasan satu kilogram.

Untuk memastikan pemerataan, Pemkot Probolinggo memberlakukan pembatasan pembelian. Minyakita dibatasi maksimal dua liter per orang, sedangkan beras SPHP maksimal 10 kilogram atau dua sak kemasan lima kilogram.

Adapun harga komoditas yang ditawarkan diantaranya beras SPHP Rp57.000 per kemasan lima kilogram, Minyakita kemasan dua liter Rp31.000, bawang merah Rp22.000 per kilogram, serta bawang putih Rp13.000 per setengah kilogram.

Salah seorang warga Jati, Lusiana, mengaku baru pertama kali membeli kebutuhan pokok melalui GPM yang digelar Pemkot Probolinggo. Ia menilai harga yang ditawarkan relatif lebih murah sehingga membantu menekan pengeluaran.

“Ini baru pertama kali saya membeli di stan pasar murah Pemkot. Harganya relatif murah dan cukup membantu. Kalau kegiatan seperti ini ada lagi, saya akan membeli di sini lagi karena bisa meringankan pengeluaran,” ungkapnya. (vv/pin)

BAGIKAN