Pelatihan Membatik Dasar bagi Santri, Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

2026

KADEMANGAN – Semangat Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk membekali generasi muda di pesantren dengan keterampilan produktif. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Probolinggo, Dokter Evariani Aminuddin, membuka Pelatihan Membatik Dasar bagi santri dan santriwati pondok pesantren se-Kota Probolinggo, Minggu (1/10), bertempat di Ruang Promosi Batik Manggur, Kecamatan Kademangan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan keterampilan membatik sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan pondok pesantren.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Dokter Evariani Aminuddin menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar memberikan pengetahuan dasar membatik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan kemandirian ekonomi di masa depan.

Menurutnya, keterampilan harus terus diasah agar dapat berkembang menjadi kemampuan yang bernilai ekonomi. Ia mengibaratkan pengalaman seperti pisau yang semakin tajam ketika terus diasah.

“Selagi kita tumbuh, sejak usia kecil hingga mencapai kedewasaan, kita harus menyerap berbagai macam ilmu. Baik membatik, menjahit, memasak, maupun ilmu lainnya. Semua itu menjadi bekal untuk kehidupan kita,” ungkapnya.

Evariani juga mendorong para santri agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti pelatihan. Terlebih, keterampilan membatik berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi pondok pesantren.

Ia berharap setiap pondok pesantren nantinya mampu memiliki batik dengan ciri khas dan identitas masing-masing. Tidak hanya menjadi produk kebanggaan, batik tersebut juga diharapkan dapat diproduksi secara mandiri, dipasarkan, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi bagi pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

“Ketika kita membuat inovasi yang berbeda daripada yang lain, sesuatu yang tidak ditemukan di tempat lain, dan memiliki satu syarat yaitu fokus, maka hasilnya akan maksimal dan bisa dinikmati, termasuk oleh diri kita sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Dekranasda siap memberikan ruang bagi para peserta yang memiliki bakat dan kemampuan membatik untuk terus berkembang. Bahkan, hasil karya peserta terbaik nantinya akan direkomendasikan agar berpeluang diserap oleh Rumah Batik Kota Probolinggo.

“Nanti siapa yang paling bagus, hasilnya disetorkan kepada saya. Akan saya gandeng untuk ditampilkan di Rumah Batik. Sebentar lagi kita juga memiliki ruang workshop di Rumah Batik yang bisa digunakan untuk mengedukasi dan meningkatkan keterampilan hingga peserta mampu mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Probolinggo, Imanudin Abil Fida, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan diikuti sebanyak 50 santri dan santriwati yang berasal dari 10 pondok pesantren di Kota Probolinggo. Masing-masing pondok pesantren mengirimkan lima orang peserta.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Baznas dengan Disperinaker dalam memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Paradigma pengelolaan zakat saat ini bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Bagaimana mengembangkan inovasi dan kreativitas, mengembangkan usaha masyarakat, utamanya generasi muda,” jelas Imanudin.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Para peserta diharapkan dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke pondok pesantren masing-masing.

“Kami berharap adik-adik semuanya tidak hanya datang, belajar membatik, kemudian setelah itu alat-alatnya disimpan di gudang. Kami ingin keterampilan ini dikembangkan di pesantren. Syukur-syukur masing-masing pesantren memiliki batik khas sendiri,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Baznas bersama Disperinaker juga memberikan dukungan berupa peralatan praktik dasar membatik kepada peserta. Kegiatan ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Probolinggo Aries Santoso, Kepala Disperinaker Retno Wandansari, Camat Kademangan Abdi Firdausi, pengurus Baznas serta pengurus pondok pesantren.

Usai pembukaan, Ketua Dekranasda mengunjungi ruang pelatihan Batik Manggur. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat secara langsung fasilitas dan aktivitas pelatihan membatik yang menjadi ruang belajar sekaligus pengembangan kreativitas bagi para peserta. (mir/fa)

 

BAGIKAN