KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal di berbagai sektor. Tidak hanya perikanan, sektor pertanian juga mendapat perhatian melalui upaya menghidupkan kembali budidaya anggur sebagai salah satu identitas Kota Probolinggo.
Hal itu terlihat pada Selasa (1/9), saat Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin meninjau lahan pembudidayaan anggur di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan setempat. Dalam kesempatan tersebut, wali kota bahkan memanen langsung sejumlah varietas anggur yang telah berhasil dibudidayakan, di antaranya varietas Jupiter.
“Anggur ini bukan sekadar tanaman, tetapi bagian dari identitas Kota Probolinggo. Kita ingin mengembalikan anggur sebagai salah satu ikon kota. Karena itu, lahan-lahan yang kita miliki harus kembali produktif, menjadi pusat pembelajaran, penelitian sekaligus menghasilkan varietas anggur yang unggul dan berkualitas,” ujar Dokter Aminuddin.
Menurutnya, pengembangan varietas unggulan menjadi salah satu langkah untuk membangkitkan kembali kejayaan Probolinggo sebagai daerah penghasil anggur. Salah satu varietas yang dikembangkan adalah Lorano yang memiliki karakteristik buah berukuran besar, tekstur renyah dan cita rasa yang menarik.
“Kita ingin membangun kembali identitas Probolinggo sebagai kota penghasil anggur. Kalau dulu masyarakat mengenal Probolinggo dengan anggurnya, sekarang kita harus kembalikan itu dengan inovasi dan budidaya yang lebih baik. Kita berharap nantinya bisa menuju panen raya dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pengembangan pertanian juga sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian pangan lokal. Masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk lahan terbatas di sekitar rumah, untuk kegiatan produktif.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari yang ikut memanen mengatakan, keberhasilan budidaya di lahan DKPPP tersebut menjadi langkah positif untuk menghidupkan kembali potensi anggur di Kota Probolinggo.
Menurut Ina, keberadaan kebun anggur tidak hanya memiliki nilai produksi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus bagian dari pengembangan agrowisata di Kota Probolinggo.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat dan memanen langsung anggur yang dibudidayakan di sini. Kita ingin masyarakat melihat bahwa anggur bisa tumbuh dengan baik di Kota Probolinggo dan potensinya sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengembangan berbagai varietas unggulan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengembalikan citra Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah yang identik dengan buah anggur.
“Kita ingin anggur kembali menjadi ikon Kota Probolinggo. Tentu tidak cukup hanya dengan menanam, tetapi harus ada inovasi, pengembangan varietas, perawatan yang baik, serta bagaimana hasilnya nanti bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kalau ini bisa dikembangkan bersama, saya optimistis anggur Probolinggo akan semakin dikenal,” tuturnya. (mir/fa)
