KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo mengikuti Penilaian Tahap II berupa Presentasi Kinerja dalam ajang Penilaian Kinerja Pencegahan Perkawinan Anak (PPA Award) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar secara daring oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Senin (8/6), di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo.
Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari Tahap I Screening Administrasi yang telah selesai dilaksanakan. Kota Probolinggo berhasil lolos sebagai salah satu dari 12 kabupaten/kota nominator terbaik di Jawa Timur berdasarkan hasil seleksi administrasi dan analisis data yang dihimpun dari Satgas Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) serta Kota Layak Anak (KLA).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan, Ketua TP PKK dr. Evariani, perwakilan Pengadilan Agama, Kejaksaan Negeri, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo, Madihah, menjelaskan bahwa proses penilaian telah dimulai sejak tahap administrasi yang berlangsung pada 27 April hingga 15 Mei 2026 dengan mengacu pada delapan indikator penilaian.
“Hari ini merupakan tahapan penting berupa presentasi kepala daerah sekaligus pendalaman materi oleh tim penilai. Kami optimistis karena berbagai inovasi dan kolaborasi yang telah dilakukan terbukti mampu menekan angka perkawinan anak di Kota Probolinggo,” ujar Madihah.
Ia menambahkan, persoalan perkawinan anak masih menjadi tantangan besar di Jawa Timur yang berdasarkan data nasional menempati peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Namun demikian, Kota Probolinggo mampu menunjukkan capaian positif melalui berbagai program dan inovasi yang terukur.
Dalam kesempatan tersebut, Kota Probolinggo mendapat giliran pertama untuk memaparkan kinerjanya di hadapan tim penilai yang terdiri dari unsur UNICEF, akademisi Universitas Airlangga, TP PKK Provinsi Jawa Timur, DP3AK Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta unsur pemberdayaan masyarakat.
Dalam paparannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada penguatan SDM, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta perlindungan perempuan dan anak.
“Perlindungan perempuan dan anak merupakan isu strategis yang harus ditangani secara serius karena berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Probolinggo terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas hidup anak dan perempuan, mulai dari penurunan angka kemiskinan, pengurangan stunting, peningkatan akses pendidikan, hingga penguatan perlindungan anak,” kata dr. Aminuddin.
Menurutnya, berbagai program tersebut diwujudkan melalui layanan isbat nikah terpadu, program Kota Layak Anak, sosialisasi kesehatan reproduksi, pendidikan bagi remaja, serta penguatan upaya Pencegahan Perkawinan Anak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menjawab pertanyaan tim penilai terkait strategi menekan angka perkawinan dini, dr. Aminuddin menegaskan bahwa seluruh kebijakan disusun berdasarkan data yang akurat sehingga program yang dijalankan dapat tepat sasaran. Berbagai tantangan seperti rendahnya kondisi ekonomi masyarakat dan kasus putus sekolah juga ditangani melalui program intervensi yang mendorong anak-anak kembali mengenyam pendidikan.
Selain itu, inovasi Amin Sigap dan Jebol Sigap menjadi salah satu langkah konkret yang mendukung perlindungan perempuan dan anak serta berkontribusi terhadap penurunan angka perkawinan dini di Kota Probolinggo.
“Target kami jelas, yaitu terus menekan angka perkawinan anak hingga mencapai zero perkawinan dini. Pernikahan pada usia anak tidak dianjurkan karena berisiko terhadap kesehatan, perkembangan mental, dan psikologis anak yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas kehidupan keluarga di masa depan. Karena itu, edukasi dan pendampingan kepada remaja harus terus diperkuat,” tegasnya.
Melalui berbagai inovasi, penguatan kebijakan berbasis data, serta kolaborasi lintas sektor yang konsisten, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis mampu meraih hasil terbaik dalam ajang PPA Award Jawa Timur 2026 sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak. (vv/pin)



