KANIGARAN - Tak sekadar memenuhi kebutuhan dapur, hasil pekarangan kini didorong menjadi sumber nilai tambah ekonomi. Melalui pelatihan yang digelar Senin (27/04), Pemkot Probolinggo dan TP PKK membekali kader pangan melalui Pelatihan Olahan Pangan Hasil Pekarangan bagi Kader Pangan se-Kota Probolinggo. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat “Ketapang Mas”, yang diselenggarakan di Aula PKK Kota Probolinggo.
Program Ketapang Mas sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader dalam mengelolah hasil pekarangan menjadi produk pangan yang sehat, bergizi, serta memiliki nilai tambah ekonomi bagi keluarga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Fitriawati menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis khususnya dalam mendukung salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan di keluarga dan masyarakat. Oleh karenanya penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari lingkup terkecil.
“Kami ingin mendorong optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga serta ketersediaan hasil pangan yang sehat, bergizi dan berkelanjutan. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi, hasil olahan ini juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kader pangan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat terkait pola konsumsi pangan. Mereka bukan hanya sebagai pelaksana melainkan juga sebagai agen edukasi dan motivator dalam menggerakkan pemanfaatan konsumsi pangan beragam, serta pengembangan olahan lokal yang aman, bergizidan bernilai ekonomi.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo dokter Evariani menegaskan, komitmen PKK dalam mendukung program pemerintah khususnya dalam bidang ketahanan pangan keluarga harus dimasifkan melalui program Isi Piringku dengan menu makanan rumahan yang kreatif dan bergizi.
“PKK memiliki peran penting dalam menggerakkan keluarga agar mandiri pangan. Kita sebagai mitra Pemerintah tentunya memiliki peran strategis sebagai percontohan di masyarakat. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat diteruskan dengan praktik nyata di lingkungan masing-masing. Lahan sempit bukan menjadi penghalang, kita bisa menggunakan polybag,” tuturnya.
Dengan antusias, dr. Evariani juga membagikan cerita pengalamannya sejak kecil ikut dengan neneknya, di kampung halamannya juga sering menanam tanaman beragam, mulai dari tanaman rempah, pohon pisang, singkon dan sebagainya. Ia hampir tidak pernah membeli bumbu dapur lantaran dipekarangan rumah tumbuh lebat.
“Saat saya masih kecil setiap kali membantu nenek saya masak, itu bumbu-bumbu jarang sekali saya beli di pasar. Kunyit tinggal ambil.,jahe tinggal ambil, sereh tinggal cabut. Bahkan buah pisang, singkong itu juga ada. Kalau kita ingin efisiensi anggaran pengeluaran rumah tangga, dengan hasil pekarangan kita insya allah akan tercukupi, kita tinggal membeli bahan pokok yang tidak ada. Yang penting beras ada, mau masak apapun bis ajika kita mau jadi ibu yang kreatif, ibu yang tidak malas” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader pangan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan berbasis keluarga serta mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif
Sebanyak 58 peserta mendapatkan materi terkait teknik pengolahan pangan dengan menu Ekado dan Sari Mangga. Dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya yakni dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) dari Kabupaten Malang, Endang Tri Pujiatuti dan Mahardika Ardha memberikan materi pengelolaan pangan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran sederhana.
Selain itu, peserta juga diajak praktik langsung mengolah bahan pangan dari hasil pekarangan agar lebih aplikatif dan mudah diterapkan di rumah. Sehingga dapat terwujudkan keluarga yang mandiri pangan, sehat, serta produktif secara ekonomi di lingkungan keluarga. (dev/pin)



