Pemkot Probolinggo Dorong Diversifikasi Usaha Nelayan Lewat Pelatihan Pembuatan Mpek-Mpek

2026

Kamis (16/4) pagi, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) menggelar pelatihan pembuatan mpek-mpek sebagai upaya diversifikasi usaha bagi masyarakat pesisir. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula DKPPP dengan melibatkan para nelayan perempuan mayoritas aktivitas kesehariannya mencari kerang atau tebalan.

Sebelum pelatihan dimulai, Wali Kota Probolinggo bersama jajaran meninjau area sekitar kantor DKPPP. Dalam kesempatan tersebut, Dokter Aminuddin berkeliling melihat berbagai spot, mulai dari area olahan tanaman, kolam perikanan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang menjadi bagian dari pengembangan sektor pertanian dan perikanan di lingkungan DKPP.

Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan pelatihan pembuatan mpek-mpek sebagai bentuk diversifikasi usaha bagi nelayan.

Kepala DKPPP Fitriawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. “Hari ini kita hadirkan nelayan khusus perempuan, mereka biasanya mencari ikan kecil, kerang atau tebalan. Hasil tangkapan ikan tidak hanya bisa dijual mentah atau fresh, tetapi bisa diolah menjadi produk seperti mpek-mpek yang menambah nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, diversifikasi produk olahan perikanan menjadi salah satu solusi dalam menghadapi fluktuasi hasil tangkapan dan harga ikan di pasaran. “Dengan adanya inovasi olahan seperti ini, kami berharap para nelayan dapat memiliki sumber penghasilan alternatif yang lebih stabil,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini, pasalnya dengan potensi Pelabuhan Pantai Mayangan juga sangat besar, sehingga para nelayan di pesisir pantai ini perlu untuk kita gandeng bersama. Dengan strategi antara pemerintah dan masyarakat ini mampu menjadi sektor penopang utama masyarakat.

“Dalam menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan juga tidak lepas dari petani maupun nelayan yang menjadi garda terdepan. Namun kita menyadari bahwa di sektor ini semakin kompleks tantangan yang kita hadapi. Oleh karena itu Ibu-ibu semua perlu dipahami, bahwa pelatihan ini sangat penting. Dengan memperluas pasar sekaligus memperkuat daya saing daerah dengan meningkatkan kualitas SDM yang ada,” ujarnya.

Pelatihan ini menggandeng narasumber dari Balai Pelatihan dan Penyuluh Perikanan Banyuwangi Ariestya Dyah Pramatasari. Sebanyak 50 peserta menerima materi mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk.

Salah satu peserta, Siti (44) warga Kelurahan Mayangan mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru dalam mengolah hasil laut.

“Selama ini kami hanya menjual tebalan atau ikan kecil-kecil itu secara langsung. Nah ini semmoga dengan pelatihan ini, jadi tahu cara membuat produk olahan yang bisa dijual dengan harga lebih tinggi,” ungkapnya. (dev/pin)

BAGIKAN