Pemkot Probolinggo Dorong Penyedia Lokal Tingkatkan Kemampuan Digital dalam Pengadaan Barang Jasa

2026

KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu berpartisipasi secara aktif dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia, menjadi salah satu upayanya.

Dibuka oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Rabu (7/10) pagi, di Ruang Bima Sena Lantai 2 Paseban Sena, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Oktober 2026 tersebut diikuti sebanyak 65 peserta yang terdiri atas para penyedia barang dan jasa lokal serta Tim Pokja pada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Probolinggo.

Bimtek menghadirkan dua narasumber, yakni dari Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) Jawa Timur Sanusi Burhanuddin, serta Biro Administrasi Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Jawa Timur Dwi Andayani.

Kabag Pengadaan Barang/Jasa (Barjas) Kota Probolinggo Ari Puspita, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para penyedia mengenai regulasi serta mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Tujuannya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para penyedia terkait regulasi pengadaan barang dan jasa, baik melalui pengadaan langsung, pengadaan tender maupun purchasing dengan mini kompetisi,” jelasnya.

Menurut Ari, peningkatan pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong para penyedia lokal untuk lebih aktif mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan di Kota Probolinggo.

Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh materi bimtek dengan baik, terutama berkaitan dengan mekanisme kompetisi dalam pengadaan barang dan jasa.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha dan kontraktor lokal dalam proses pengadaan barang dan jasa di Kota Probolinggo.

Ia mendorong para penyedia lokal untuk meningkatkan kemampuan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital, sehingga mampu mengikuti proses pengadaan yang dilaksanakan secara elektronik.

“Pemerintah Kota Probolinggo mewajibkan para pelaku usaha dan kontraktor lokal untuk meningkatkan kemampuan digital agar dapat bersaing dalam pengadaan barang dan jasa secara elektronik,” terang Aminuddin.

Menurutnya, peningkatan partisipasi penyedia lokal juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar perputaran anggaran daerah dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di Kota Probolinggo.

“Kebijakan ini bertujuan menerapkan manajemen finansial yang menjaga agar perputaran anggaran daerah tetap berada di dalam kota dan tidak mengalir ke luar wilayah,” imbuhnya.

Wali kota juga meminta para penyedia untuk memperhatikan kelengkapan dan ketepatan dokumen dalam setiap proses pengadaan. Dokumen yang disampaikan harus dipersiapkan secara profesional dan akurat sesuai dengan standar serta ketentuan kompetisi yang berlaku.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para pelaku usaha lokal diharapkan semakin siap menghadapi proses pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Pada akhirnya, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Probolinggo.

Salah satu peserta Ahmad Maulana Jefri, admin konsultan dari perusahaan Waskita Mandiri, menyambut positif pelaksanaan bimtek tersebut. Jefri yang merupakan lulusan SMK jurusan bangunan dan telah memiliki pengalaman selama empat tahun di bidang konsultan perencanaan gedung menilai keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek pengadaan memiliki sejumlah keuntungan.

“Itu kalau menurut saya cukup baik kalau misalnya pengadaan itu harus pakai lokal juga. Karena yang tahu di lokasi banyak yang lokal, itu yang utama. Terus untuk koordinasinya, kalau yang lokal lebih mudah dibandingkan dari luar,” jelasnya.

Jefri berharap pelaksanaan bimbingan teknis serupa dapat terus dilakukan dengan mekanisme yang semakin sederhana dan efisien, sehingga para pelaku usaha lokal dapat lebih mudah memahami tahapan serta persyaratan dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso. (dy/fa)

BAGIKAN