KANIGARAN – Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 46 tahun 2026, Pemerintah Kota Probolinggo melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak, Rabu (21/10) di halaman Mako Satpol PP setempat.
Komoditas yang dijual antara lain Beras SPHP 5 Kg Rp 57.000; Minyak Kita 1 L Rp 15.500; Telur 1 Kg Rp 23.000; Bawang Putih 1/2 Kg Rp 12.500; Bawang Merah 1 Kg Rp 22.000; Cabai Rawit 100 Gr Rp 6000. Harga tersebut dijual lebih murah dibanding harga di pasaran.
Tahun ini, Hari Pangan Sedunia mengusung tema global “Innovate Today, Nourish Tomorrow", dengan tema nasional “Berinovasi Kini, Menjaga Pangan Masa Depan”. GPM ini sesuai dengan instruksi Kemenko Pangan RI kepada wali kota untuk menyelenggarakan serentak di daerah masing-masing.
“Hari ini kami menyiapkan Beras SPHP 1 Ton, Minyak Kita 720 pack kemasan 1L, Telur Ayam Ras 100 Kg, Bawang Putih 20 Kg, Bawang Merah 20 Kg, Cabai Rawit 5 kg, ada juga hasil pertanian dan produk olahan ikan binaan kami juga," jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati.
Salah seorang pengunjung warga Kopian Barat, Ayu (34) mengaku senang dan antusias kalau ada GPM, dirinya mengetahui info tersebut dari media sosial. "Senang sekali ada GPM karena sekarang semua pada naik, mahal. Jadi kalau ada event kaya gini, Alhamdulillah sangat membantu, ini beli telur ayam, minyak 2 literan, sama jajan produk umkm. Semoga GPM ada terus dan lokasinya tidak hanya di tengah kota saja, tapi bisa di daerah ketapang sehingga lebih dekat," harapnya.
Ditemui di sela kegiatan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setda Kota Probolinggo Aries Santoso menjelaskan bahwa GPM merupakan kegiatan rutin yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo bekerja sama pihak terkait. Biasanya dilaksanakan di Kopi Siaga atau Pasar Wonoasih.
"Khusus hari ini, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak se- Indonesia ini instruksi dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) RI dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2026," ujarnya.
Lebih lanjut Asekbang Aries menambahkan, secara teknis GPM Serentak diserahkan ke daerah untuk menyiapkan ketersediaan pangan bagi warganya. "Kalau Kota Probolinggo untuk ketersediaan pangan tercukupi, karena kita intens melaksanakan GPM melalui DKPPP, kemudian DKUP menggelar pasar murah,” tuturnya
“Kita selalu semangat menyiapkan ketersediaan pangan untuk masyarakat Kota Probolinggo. Kemudian upaya stabilisasi harga, dan bagaimana kita bisa mencegah inflasi di daerah, dan itu sudah rutin kita lakukan," lanjut Aries.
Selain memantau langsung kegiatan GPM Serentak, Asekbang beserta kepala PD terkait, serta para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo turut belanja produk UMKM yang dijual disana. (Crl/fa)
