KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah pengendalian inflasi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di KOPI SIAGA (Toko Pengendali Inflasi Harga), tepat di seberang Pasar Baru, Jalan Panglima Sudirman, Kamis (30/4).
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin meninjau pelaksanaan GPM bersama Pj Sekda Rey Suwigtyo dan sejumlah kepala perangkat daerah. Di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Fitriawati, Kepala DKUP Slamet Swantoro, Plt Kepala Diskominfo Lucia Aries, Plt Kepala Dishub Pudi Aji, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Fatchur Rozi.
Dalam keterangannya, Dokter Aminuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin diselenggarakan sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah kenaikan harga di pasaran. “Karena harga beberapa bahan pokok sedang naik, maka kami selenggarakan GPM ini sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp 58.000, gula pasir Rp 15.000 per kilogram, telur ayam Rp 24.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita kemasan 2 liter Rp 31.000, cabai rawit Rp 4.500 per 100 gram, bawang putih Rp 24.000 per kilogram, serta bawang merah Rp36.000 per kilogram.
Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa KOPI SIAGA merupakan toko pengendali harga inflasi yang beroperasi setiap hari untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“KOPI SIAGA ini kami hadirkan sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga. Toko ini buka setiap hari dan menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pembeli yang datang. Salah satunya Dian, warga setempat, yang membeli minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga. “Saya beli minyak untuk kebutuhan di rumah. Harganya sangat beda jauh dibandingkan yang di luar, jadi sangat membantu,” ungkapnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di daerah. (sit/fa)



