PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran. Sepanjang Tahun Anggaran 2026, berbagai program pelatihan kerja dan fasilitasi penempatan tenaga kerja berhasil dilaksanakan secara optimal dengan hasil yang menunjukkan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala Disperinaker Retno Wandansari menyampaikan, hingga pertengahan tahun 2026, telah terselenggara 10 paket pelatihan kerja yang diikuti oleh 160 peserta. Berbagai pelatihan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta potensi pengembangan usaha mandiri.
Kejuruan yang telah dilaksanakan meliputi barbershop, fotografi, pengolahan makanan dan minuman, membatik, operator menjahit, barista, tata rias salon, dan tata rias pengantin.
Program pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja yang siap memasuki sektor formal maupun mampu membangun usaha secara mandiri.
Hasilnya, sebanyak 120 alumni pelatihan telah berhasil memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha, terdiri atas 85 orang yang berwirausaha pada sektor informal dan 35 orang yang bekerja pada sektor formal atau industri.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta pelatihan yang telah memiliki embrio usaha. Namun masih terkendala permodalan maupun peralatan usaha diberikan kesempatan mengajukan Proposal Bantuan Alat Usaha Mandiri Sektor Informal (UMSI) sesuai dengan bidang pelatihan yang telah diikuti.
Selain bantuan sarana usaha, para calon penerima juga mendapatkan pembekalan dan motivasi kewirausahaan agar mampu mengembangkan usaha baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan kompetensi masyarakat juga terus berlanjut. Pada periode Juli hingga November 2026, Disperinaker kembali menjadwalkan 14 paket pelatihan kerja, Meliputi empat paket pembuatan kandang puyuh, masing-masing satu paket barista, tata rias pengantin, pengolahan makanan dan minuman, fotografi, pemanfaatan limbah kain perca, operator menjahit, las listrik, teknisi pendingin, dan laundry.
Melalui pelatihan lanjutan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat usia produktif yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja maupun mampu menciptakan peluang usaha baru secara mandiri.
Selain peningkatan kompetensi melalui pelatihan, Disperinaker juga terus memperluas akses penempatan tenaga kerja melalui penyelenggaraan Job Fair Inklusi. Pada tahun 2026, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sebanyak tiga kali, yakni pada April, Juli dan September.
Pelaksanaan Job Fair Inklusi pertama pada 15 April 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 pencari kerja dengan menyediakan 666 lowongan pekerjaan dari 30 perusahaan.
Dari kegiatan tersebut, sebanyak 103 pencari kerja berhasil ditempatkan di 11 perusahaan, terdiri atas 101 tenaga kerja umum dan 2 tenaga kerja penyandang disabilitas.
Melalui rangkaian pelatihan kerja, dukungan pengembangan usaha mandiri, hingga penyelenggaraan Job Fair Inklusi, Pemerintah Kota Probolinggo terus berkomitmen membangun SDM yang kompeten, produktif, dan berdaya saing, sekaligus membuka akses kesempatan kerja yang semakin luas bagi masyarakat menuju terwujudnya kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (sit/fa)



