Mayangan - Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat langkah percepatan pengentasan kemiskinan melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dalam rangka pengentasan angka kemiskinan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo di ruang pertemuan Bakesbangpol, Jalan Mawar.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan, khususnya pada sasaran penurunan angka kemiskinan melalui penguatan koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah serta para pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari selaku Ketua TKPKD, didampingi Asisten Administrasi Umum Retno Fajar Winarti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, serta Kepala Bapperida Rey Suwigtyo. Hadir pula jajaran TKPKD, organisasi perangkat daerah terkait, Bank Jatim, Ketua Baznas Kota Probolinggo Ustadz Imanudin, serta para camat atau perwakilan kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Kepala Bapperida Rey Suwigtyo menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut diselenggarakan untuk menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah terhadap kondisi dan perkembangan kemiskinan di Kota Probolinggo berdasarkan data dan metodologi Badan Pusat Statistik (BPS).
"Pengentasan kemiskinan harus dibangun di atas data yang akurat dan pemahaman yang sama. Melalui forum ini kita mengidentifikasi faktor penyebab kemiskinan, mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan, menyelaraskan kebijakan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang terukur melalui kolaborasi lintas perangkat daerah bersama Baznas, CSR, dan berbagai pemangku kepentingan," ujar Tyok, sapaan akrabnya.
Tyok menjelaskan, seluruh perangkat daerah diharapkan menyelaraskan program dan kegiatan berdasarkan tiga pilar utama penanggulangan kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui perlindungan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi, serta menurunkan jumlah kantong kemiskinan melalui pembangunan wilayah dan peningkatan infrastruktur dasar.
"Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar upaya pengentasan kemiskinan berjalan terukur, terpadu, dan berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengapresiasi capaian penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan turun dari 6,18 persen pada tahun 2024 menjadi 5,69 persen pada tahun 2025. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 15,24 ribu jiwa menjadi 14,11 ribu jiwa.
"Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Namun, tantangan ke depan masih besar. Karena itu, penanggulangan kemiskinan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata, melainkan harus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan pendapatan, mandiri secara ekonomi, dan memiliki penghidupan yang berkelanjutan," tegas Ina.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Kota Probolinggo Joko Santoso menyampaikan materi mengenai kondisi kemiskinan dan strategi penanggulangannya di Kota Probolinggo. Materi yang dipaparkan meliputi indikator kemiskinan, garis kemiskinan, sumber data SUSENAS, faktor pendorong dan tantangan penurunan kemiskinan, hingga mitigasi risiko. BPS berharap kolaborasi seluruh pihak mampu mendorong penurunan angka kemiskinan hingga mencapai satu persen bahkan lebih.
Rapat koordinasi itu menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, antara lain penyesuaian program dan kegiatan agar selaras dengan strategi pengentasan kemiskinan, optimalisasi pemanfaatan DTSEN dalam seluruh intervensi program, serta penguatan kolaborasi bersama Baznas, forum CSR, dan para pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo secara berkelanjutan.(vv/pin)
