Pemkot Probolinggo Perkuat Transformasi Digital, Terima Hibah Aplikasi dari Pemprov DKI Jakarta

2026

JAKARTA – Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat transformasi digital dan inovasi pelayanan publik melalui kolaborasi antardaerah. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, dalam JAKI & Fellowship Cities Forum (JFJF) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Pola Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/8).

Mengusung tema “Sharing Best Practice in Digital Transformation and Public Innovation”, forum yang berlangsung 19–20 Agustus 2026 ini diikuti lebih dari 3.000 peserta dari sekitar 200 kota. Peserta berasal dari unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku industri, komunitas hingga mitra strategis.

Keikutsertaan Pemkot Probolinggo menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi sekaligus menyerap berbagai praktik baik dalam pengembangan layanan pemerintahan berbasis digital. Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Probolinggo mendapatkan hibah aplikasi digital berupa City Data Platform dan Learning Management System (LMS) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hibah ini diharapkan dapat mendukung penguatan tata kelola data serta pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di Kota Probolinggo.

Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menyampaikan kolaborasi dan pertukaran pengalaman antardaerah menjadi bagian penting dalam mempercepat inovasi pelayanan publik. “Forum ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Probolinggo untuk belajar sekaligus berbagi pengalaman dalam transformasi digital. Hibah City Data Platform dan Learning Management System yang kami terima tentu menjadi langkah positif untuk memperkuat tata kelola data serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan digital di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Wawali Ina menambahkan, pemanfaatan teknologi digital perlu diarahkan untuk memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak akan terus didorong untuk memperkuat ekosistem digital di Kota Probolinggo.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat membuka JFJF 2026 menyampaikan forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengalaman dalam transformasi digital. “Kegiatan ini bisa menjadi ajang saling berbagi pengalaman para pemangku kepentingan,” kata Rano.

Menurutnya, berbagai inovasi digital yang telah diterapkan di Jakarta maupun daerah lain dapat menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Forum ini juga membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Big Data, integrasi pengaduan masyarakat, hingga penguatan komunikasi digital pemerintah.

Bagi Pemkot Probolinggo, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mendapatkan wawasan dan praktik baik, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan daerah.

Hibah City Data Platform dan Learning Management System menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut. Ke depan, Pemkot Probolinggo akan terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, terintegrasi, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Melalui kolaborasi antardaerah dan pemanfaatan inovasi digital, Pemkot Probolinggo berkomitmen untuk terus bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat. (sit/fa)

BAGIKAN