Penganugerahan Inklusif V, Wali Kota Aminuddin: Jangan Ada Anak yang Tertinggal dalam Pendidikan Inklusif

2026

Mayangan – Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh anak. Melalui penyelenggaraan pendidikan inklusif, setiap peserta didik, termasuk anak penyandang disabilitas, didorong untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, mengembangkan potensi, serta meraih prestasi tanpa diskriminasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penganugerahan Inklusif V bertajuk “Aku Anak Hebat” yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Rabu (4/11), di Ballroom Paseban Sena, Jalan Suroyo, Kota Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Kepala Disdikbud Setyorini Sayekti, kepala perangkat daerah terkait, serta sejumlah undangan dari unsur pendidikan dan pendamping layanan disabilitas.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setyorini Sayekti menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai wadah aktualisasi bagi pendidik dan peserta didik penyandang disabilitas dalam mengimplementasikan penyelenggaraan pendidikan inklusif. Melalui kegiatan ini, peserta didik diberikan ruang dan kesempatan untuk menunjukkan potensi, kreativitas, serta kemampuan terbaiknya.

“Pendidikan inklusif bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang, berpartisipasi, dan memperoleh apresiasi. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, ramah, dan berkeadilan bagi semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin yang sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Penganugerahan Inklusif V. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan potensi dan bakat anak, khususnya peserta didik penyandang disabilitas.

Menurutnya, inklusivitas merupakan bagian penting dari pembangunan, terutama dalam proses pendidikan yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan masing-masing.

“Setiap anak Indonesia adalah anak hebat. Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya menyiapkan program pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Kita harus memahami bahwa setiap anak memiliki potensi dan kelebihan masing-masing, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki kemampuan luar biasa untuk terus dikembangkan,” tutur Aminuddin.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak membatasi kemampuan anak berdasarkan kondisi maupun keterbatasan yang dimiliki. Sebaliknya, setiap anak perlu mendapatkan dukungan, kesempatan, dan pendampingan agar potensi terbaiknya dapat tumbuh dan menghasilkan prestasi yang membanggakan.

“Ingatlah, setiap anak memiliki kelebihan dan jalan keberhasilannya masing-masing. Yakinlah, anak-anak istimewa juga memiliki potensi yang dapat menjadi kebanggaan bagi Kota Probolinggo,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang sebelumnya telah diselenggarakan sebagai bagian dari Penganugerahan Inklusif V. Dua agenda utama yang dilaksanakan yakni Inovasi Manajemen Program Pendidikan Inklusif pada 19–24 Oktober 2026 serta Festival Challenge “Aku Anak Hebat” pada 3 November 2026 di SD Negeri Jati.

Kepala SDN Pilang 1, Neri, selaku peraih Juara I Lomba Inovasi Manajemen Program Pendidikan Inklusif tingkat SD dan sederajat, mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas prestasi yang diraih melalui inovasi bertema “Sistem Informasi dan Pendampingan Adaptif Program Pembelajaran Individual”. “Kami berharap inovasi ini dapat semakin memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif, sehingga lebih banyak peserta didik berkebutuhan khusus tumbuh percaya diri, mampu menggali potensi dirinya, dan berkembang sesuai kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Melalui Penganugerahan Inklusif V “Aku Anak Hebat”, Pemerintah Kota Probolinggo berharap semangat pendidikan inklusif tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkreasi, berprestasi, dan meraih masa depan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. (vv/pin)

BAGIKAN