MAYANGAN – Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan literasi yang kuat. Untuk itu, pelaksanaan pelatihan jurnalistik yang diikuti kalangan mahasiswa, kepala sekolah, kader partai politik hingga masyarakat umum merupakan langkah strategis yang tepat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme bapak, ibu, dan saudara sekalian dalam mengikuti agenda ini. Kehadiran anda semua mencerminkan kesiapan untuk mengambil peran strategis, tidak hanya sebagai katalisator, tetapi juga sebagai akselerator dalam mendorong transformasi Kota Probolinggo menuju kota yang semakin maju dan bersolek,” ujar Pj Sekda Rey Suwgtyo yang mewakili Wali Kota Aminuddin, dalam pelatihan yang digelar oleh Tim Berdampak.net, di aula Hayam Wuruk Bakesbangpol Kota Probolinggo, Selasa (28/4).
Secara khusus, Rey juga menyampaikan penghargaan kepada Tim Berdampak.net atas dedikasi dan kerja kerasnya sehingga kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Ia menegaskan, dalam setiap proses perubahan, masyarakat kerap dihadapkan pada berbagai dinamika, mulai dari penolakan, reaksi emosional, hingga akhirnya memahami dan menerima perubahan tersebut. Hal serupa juga dirasakan pemerintah dalam menjalankan berbagai kebijakan pembangunan di Kota Probolinggo.
Karena itu menurutnya, peran media, masyarakat, dan seluruh peserta pelatihan menjadi sangat penting sebagai penyambung informasi yang baik dan bertanggung jawab. “Kita semua diharapkan mampu memahami informasi dengan benar, memilah mana yang akurat, serta bijak dalam menyikapi berbagai isu, terutama dalam situasi yang sensitif, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rey menyoroti tantangan besar di era digital saat ini, yakni semakin sulitnya masyarakat membedakan informasi yang merupakan fakta dengan informasi hasil rekayasa, termasuk yang dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kondisi tersebut seringkali memicu konflik sosial, ujaran kebencian, penipuan, hingga berbagai bentuk kejahatan siber. Oleh sebab itu, dibutuhkan banyak pihak yang mampu menjadi penyeimbang arus informasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
“Di sinilah peran penting jurnalis, seperti bapak dan ibu peserta saat ini yang bisa disebut sebagai jurnalis warga, untuk menyajikan informasi yang sesuai fakta dan didukung data yang jelas, misalnya melalui wawancara langsung dengan narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Rey yang juga sebagai Kepala BAPPERIDA ini.
Ia berharap semakin banyak pelatihan serupa digelar, maka akan semakin kuat pula fondasi masyarakat yang cerdas dan bijak dalam menerima serta menyebarluaskan informasi. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni Manajemen Risiko serta Etika Dasar Kejurnalistikan.
Materi pertama disampaikan oleh Rahmat Hidayat dari Sahabat Lensa yang membahas pentingnya kemampuan mengelola risiko dalam aktivitas jurnalistik, terutama di tengah perkembangan media digital yang sangat cepat. Sementara materi kedua disampaikan oleh Ali Masduki yang mengupas etika dasar kejurnalistikan sebagai fondasi utama dalam menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, berimbang dan dapat dipercaya.
Rey berharap, dengan menghadirkan para pakar di bidang media, para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
“Program-program pemerintah akan lebih cepat dipahami masyarakat apabila informasi yang disampaikan benar, terpercaya, dan tersampaikan dengan baik. Dengan begitu, kepercayaan publik juga akan terus meningkat,” pungkas Rey yang didampingi Plt. Kepala Dinas Kominfo Lucia Aries Yuliyanti. (yul/fa)



